Masa Depan Kerja Sama Media di Asia-Pidato Mario Vau

2017-03-24 09:29:29

(Mario Vau: Manajer Divisi Elshinta untuk Urusan Media Online dan Digital)

Terimakasih kepada tuan rumah atas keramahannya di forum tahunan ini. Ini merupakan kesempatan kedua ke negara anda, dan saya terhormat untuk berada di Pulau Hainan yang sangat indah dengan iklim tropis yang membuat saya serasa berada di kampung halaman.

Ibu dan bapak sekalian, kini kita menghadapi cara yang semakin beragam untuk mengkonsumsi berita. Bukan hanya sumbernya tetapi jenis medianya juga berkembang pesat. Hal ini sangat mengasyikkan dan juga berpotensi mengkhawatirkan. Apa yang menjadi kekhawatiran belakangan ini di media dunia dan Indonesia? Adanya fenonena "BERITA PALSU" atau dikenal sebagai Hoax di Indonesia.

Untuk menggambarkannya saya gunakan lelucon ini:

"Seorang wartawan datang ke klinik terdekat dan berbicara kepada petugas, "Saya ingin bertemu dengan dokter mata-telinga"

"Tidak ada jenis dokter seperti itu," kata petugas. "Mungkin anda mau menemui yang lain?"

"Tidak, saya perlu bertemu dokter mata-telinga" katanya

"Tapi memang tidak ada dokter seperti itu. Kita ada dokter untuk mata dan dokter untuk Telinga-Hidung-Tenggorokan, tetapi tidak ada dokter mata-telinga"

"Tidak bisa." katanya, "saya mau bertemu dokter mata telinga"

Setelah berlanjut beberapa waktu, petugas bertanya, "Pak, tidak ada dokter seperti itu, tetapi jika ada, kenapa anda ingin bertemu dengannya?"

"Sebab" kata pria itu, "Saya mendengar satu hal dan melihat yang lain,"

Jaringan kami di Radio Elshinta sempat menjadi korban keadaan yang hampir sama, bersama beberapa stasiun televisi. Kita sempat ditegur oleh Komisi Penyiaran karena membagikan informasi yang membuat publik cemas, meski kita jelas telah mengatakan bahwa laporan yang masuk ini masih belum diverifikasi dan sedang kita telusuri.

Sementara kita terus memberikan status terbaru, keadaan pada hari ini mencerminkan suatu kekhawatiran dalam melaporkan, karena ada kemungkinan tuduhan berita bohong. Jika anda ingat, pada pertengahan Januari 2016, Jakarta menjadi korban serangan pada sebuah pos polisi di tengah kota Jakarta yang dikenal sebagai Peristiwa Pemboman Thamrin.. Tidak lama setelah ada laporan pria bersenjata yang sembunyi di sebuah gedung, tersebar laporan ledakan dan penembakan di bagian lain kota Jakarta. Akhirnya laporan ini diketahui tidak benar.

Sayangnya, beberapa stasiun televisi melaporkan ledakan yang terjadi dalam update mereka, sementara Elshinta melaporkan kemungkinan adanya ledakan dan tengah mencoba verifikasi informasi ini. Pertimbangan kami pada waktu itu adalah keamanan masyarakat yang tengah menuju tempat kerja. Akhirnya kita juga melaporkan perkembangan terbaru berdasarkat fakta di lapangan.

Situasi ini sama dengan dilema yang kami hadapi. Melaporkan secara cepat sementara mengumpulkan fakta sebanyak mungkin. Terutama jika ada kepentingan dan keamanan publik. Saya percaya bukan hanya kita dalam situasi yang sama. Dalam satu wawancara, Ketua Dewan Pers Indonesia, Pak Yosep Adi Prasetyo mengatakan pada The Jakarta Post bahwa kepercayaan publik pada media umum telah berkurang sejak pemilihan umum yang terakhir.

"Publik melihat beberapa perusahaan media secara terbuka mendukung calon dalam pemilihan, sementar para pemilik juga terlibat dalam politik praktis. Lebih parah, sejumlah wartawan secara terbuka medukung calon tertentu. Reaksi publik adalah pergeseran bertahap tapi meningkat dalam mengandalkan informasi tangan kedua dan forum informal seperti media sosial dan informasi yang beredar dalam Group Chat sebagai sumber berita,"

Dewan Pers merespons dengan memperkenalkan logo khusus bagi media yang telah lolos verifikasi oleh dewan. Ini merupakan bagian dari usaha nasional melawan perederean berita palsu. Sekali lagi kita temukan kebutuhan untuk menyeimbangkan antara independensi dan pelaporan yang bertanggung jawab.

Apa hubungannya dengan tema ini? Yaitu bagaimana menumbuhkan mekanisme bagi kerjasama media yang memperkuat ketersambungan di region kita.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok