Tingkatkan Multilateralisme demi Hadapi Risiko Ekonomi Dunia

2019-10-11 11:12:04

Kekhawatiran komunitas internasional pada prospek ekonomi dunia semakin meningkat. Direktur Jenderal baru Badan Moneter Internasional (IMF) Kristaline Georgieva baru-baru ini memperingatkan bahwa pertumbuhan perdagangan global bakal menurun ke level terendah sejak 2010 karena terdampak oleh faktor-faktor termasuk perang dagang. Untuk menghadapi risiko ekonomi global yang bertambah terus, menteri keuangan Australia, Singapura, Indonesia dan Kanada baru-baru ini bersama-sama memuat artikel di mana menekankan bahwa multilateralisme merupakan alternatif satu-satunya untuk menghadapi tantangan ekonomi dan politik global. Hal ini menandakan bahwa pemeliharaan multilateralisme dan pertahanan tata perdagangan bebas adalah hal urgen yang sangat diperlukan.

2019 adalah 75 tahun terbentuknya sistem Bretton Woods. Pasca Perang Dunia II, sebagai negara adidaya, AS telah memimpin pembentukan sistem moneter, finansial dan perdagangan dunia, sudah lama ini negara-negara barat memperoleh keuntungan dari tata ekonomi dan perdagangan dunia. Akan tetapi, pemerintah AS jilid ini dengan besar-besaran mendorong politik “Amerika Nomor 1”,melancarkan perang dagang dan menjalankan proteksionisme di mana-mana, pun muncul banyak retakan antar negara-negara barat.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dunia pun menghadapi tekanan yang besar. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECO) dalam laporan September lalu menyebut, prediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan diturunkan hingga 2,9% dari pada 3,2%, sebagai titik pertumbuhan terendah sejak krisis moneter dunia pada 2009, sedangkan pertumbuhan ekonomi 2020 juga diturunkan hingga 3% dari pada 3,4% semula.

Di depan berbagai faktor ketidakpastian, komunitas internasional menganjurkan multilateralisme dari beberapa segi sebagai berikut.

Pertama, negara-negara besar harus memikul kewajiban lebih besar demi memelihara multilateralisme dan patokan perdagangan bebas.

Kedua, negara maju harus mengikuti tren perkembangan dunia, membiarkan negara2 emerging market memiliki lebih banyak hak untuk ikut serta dalam pengelolaan global serta pembuatan regulasi multilateral.

Ketiga, negara-negara dan perekonomian terkait harus menegaskan keyakinan kerja sama, mengesampingkan gangguan, giat mendorong pengintegrasian ekonomi globalisasi.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok