Pejabat Afghanistan: Pilpres Akan Digelar Sesuai Jadwal

2019-09-09 12:38:09

Pemilihan Presiden Afghanistan dijadwalkan pada tanggal 28 September mendatang, namun dikarenakan munculnya perubahan serius situasi Afghanistan baru-baru ini, dan adanya kabar angin yang menyatakan bahwa pilpres akan ditunda, maka pejabat terkait Afghanistan Aref Dostyar dalam wawancaranya dengan China Media Group baru-baru ini menyatakan, pemilu Afghanistan tak akan ditunda. Sementara itu dirinya mengimbau Taliban agar meletakkan senjata dan secepatnya ikut serta dalam proses rekonsiliasi perdamaian Afghanistan.

Sejak bulan September, situasi Afghanistan selalu berubah-ubah, meski perwakilan khusus pemerintah AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad dan wakil Taliban mengumumkan bahwa pada prinsipnya telah mencapai rancangan Persetujuan Perdamaian Afghanistan, namun rancangan tersebut belum diluluskan Presiden AS Donald Trump. Selain itu, Taliban tak bersedia berdialog langsung dengan pemerintah Afghanistan, dan mengimbau orang Afghanistan untuk menolak pemilu yang akan datang. Kalangan luar memprediksi bahwa situasi Afghanistan saat ini akan mempengaruhi jadwal pelaksanaan pemilu Afghanistan. Mengenai hal tersebut, kepada wartawan Aref Dostyar menyatakan bahwa pemilu Afghanistan tak akan ditunda.

Dia mengatakan, “pemilu akan diadakan sesuai jadwalnya. Afghanistan telah bersiap baik di bidang keamanan maupun politik. Meskipun mungkin akan ada tantangan, tapi tantangan ini sejak dulu sudah ada dan pemerintah Afghanistan berkomitmen akan tetap mengadakan pemilu sesuai jadwalnya”.

Masyarakat internasional berpendapat secara luas bahwa kunci proses perdamaian Afghanistan ialah perundingan intern langsung Afghanistan, namun Taliban berpendapat bahwa pemerintah Afghanistan adalah 'boneka' kekuasaan AS, oleh sebab itu hingga kini mereka belum bersedia berdialog langsung dengan pemerintah, dan dialog intern Afghanistan terus ditunda. Aref mengimbau Taliban untuk secepatnya meletakkan senjata, berdialog langsung dengan pemerintah Afghanistan, dan sedini mungkin berpartisipasi dalam proses perdamaian Afghanistan.

“Beberapa tahun ini, kami selalu mengajukan usulan untuk berdialog dengan Taliban. Khususnya pemerintah dan presiden, telah mengambil langkah konkret untuk mengadakan perundingan dengan Taliban, namun selalu ditolak. Kami bersedia berupaya terus mengimbau Taliban untuk secepatnya memulai perundingan langsung. Kami berharap Taliban dapat menyadari pentingnya perdamaian, menghentikan aksi pembunuhan secara brutal terhadap rakyat, meletakkan senjatanya, kembali kepada kehidupan yang normal, dan ikut serta dalam sistem politik Afghanistan, bersama-sama membangun negara.”

Pemilu Afghanistan 2019 dijadwalkan pada tanggal 20 April lalu, namun pada akhir Desember tahun lalu, Komisi Pemilihan Independen Afghanistan menyatakan bahwa pemilu ditunda hingga tanggal 20 Juli 2019 karena serangkaian faktor seperti teknik, keamanan dan dana. Kemudian pemilu ditunda kembali hingga tanggal 28 September depan. Presiden Afghanistan saat ini, Ashraf Ghani dan CEO Afghanistan, Abdullah Abdullah adalah pesaing terkuat dalam pilpres kali ini.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok