Twitter dan Facebook Sungguh Tak Tahu Harga Diri?

2019-08-22 11:59:08

Media sosial AS Twitter dan Facebook baru-baru ini mengumumkan akan menutup hampir seribu akun di platformnya, menyebut bahwa akun tersebut “menyebarkan berita palsu tentang demonstrasi Hong Kong”, dan menyebut bahwa mereka “mendapat dukungan pihak resmi Tiongkok”. Para warganet yang cemat menemukan, gambar atau artikel akun yang ditutup oleh Twitter dan Facebook itu justru adalah informasi obyektif tentang perusuh Hong Kong yang menyerbu badan legislatif.

Ditinjau dari pernyataan yang diumumkan oleh Twitter dan Facebook, yang disebut “isi yang melanggar peraturan” terutama pada dua aspek, yang pertama adalah menentang kekerasan perusuh yang menyerbu badan legislatif, menyerang polisi, memblokade transportasi publik dan memukul wartawan, dan yang kedua adalah mereka yang mendukung pihak kepolisian Hong Kong untuk menindak perusuh serta menegakkan hukum dan keadilan. Namun informasi tersebut malah disebut Twitter dan Facebook sebagai “berita palsu”. Adapun akun yang mengkritik ekstremis atau memuji kritik terhadap ekstremis, telah ditutup semua.

Sementara itu, bagi argumen yang menghitamkan polisi Hong Kong, mempersolek kekerasan ekstremis, Twitter dan Facebook malah menjadi buta belaka, bahkan mengizinkan ekstremis Hong Kong mengorganisir serangkaian program aksi di platformnya. Perbuatan politikus AS yang menjalankan standar ganda terhadap “kebebasan berbicara” tidak saja mengagetkan opini umum, lebih-lebih berniat jahat, tujuannya ialah menutup suara adil, mendukung perusuh dan mengacaukan Hong Kong.

AS yang menyebut dirinya sebagai negara yang bebas berbicara, namun perbuatan Twitter dan Facebook dalam masalah Hong Kong sekali lagi menyatakan kepada masyarakat internasional, apa yang disebut “kebebasan berbicara”, “demokrasi, kesetaraan dan keadilan” hanyalah sebuah kartu di tangannya untuk memutarbalikkan kenyataan dengan menggunakan “standar ganda”.

Suara rakyat Tiongkok sejumlah 1,4 miliar yang mendukung Hong Kong untuk mencegat kekerasan dan kekacauan adalah tak mungkin ditutup rapat. Twitter dan Facebook serta kekuatan kejahatan di belakangnya dinasihati jangan salah menilai tekad dan aksi Hong Kong untuk mencegat kekerasan dan kekacauan, dengan secepatnya menghentikan intervensi terhadap urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri Tiongkok.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok