Mentalitas Zero Sum Game Jadi Bumerang Yang Merugikan Diri Sendiri

2019-08-05 09:19:19

Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap barang asal Tiongkok senilai US$ 300 miliar. Tindakan AS tersebut secara serius melanggar kesepahaman yang dicapai kepala kedua negara di sela pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang, dan merupakan manifestasi pemikiran Zero Sum Game yang sangat klise. Hal itu tak pelak akan mengakibatkan kesulitan serius terhadap negosiasi perdagangan Tiongkok-AS, merugikan kepentingan rakyat kedua negara dan rakyat seluruh dunia, bahkan akan meningkatkan risiko terjadinya resesi ekonomi global.

Akan tetapi, di dunia dewasa ini yang terbuka dan tersambung antara satu sama lain, arus globalisasi ekonomi tidak akan terbendung, dan manusia jauh sebelumnya sudah berkembang menjadi satu komunitas yang senasib sepenanggungan. Mentalitas Zero Sum Game yang ketinggalan zaman tersebut jauh sebelumnya sudah tersisih dari pusaran sejarah, namun di AS masih ada sosok yang egois berilusi bisa menggunakannya untuk merealisasi monopoli AS di dunia. Mentalitas tersebut di samping melanggar hukum perkembangan ekonomi, juga bertentangan dengan arus perkembangan sejarah, dan hanya akan menjadi bumerang yang merugikan dirinya sendiri.

Alhasilnya, AS segera mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan dalam negeri yang menentang pengenaan tarif tambahan terhadap produk asal Tiongkok. Tidak sedikit asosiasi industri dan media di AS berturut-turut menyatakan tentangannya, menunjukkan keputusan itu akan membawa pukulan yang langsung dan signifikan bagi para konsumen dalam negeri, bahkan kemungkinan mengakibatkan lebih banyak toko ritel tutup pintu dan pengangguran massal di AS. Dalam satu pekan yang lalu, IRR alias internal rate of return dari obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun mengalami penurunan terbesar sejak tahun 2012, yang berarti pasar modal penuh kecemasan terhadap prospek ekonomi AS pada masa mendatang.

Bank Dunia dalam laporan World Economic Outlook edisi Juni menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global dari 2,9 persen semula menjadi 2,6 persen mengingat terus meningkatnya sengketa perdagangan. Jika pengenaan tarif tambahan terhadap produk asal Tiongkok benar-benar diberlakukan oleh AS, maka hal itu tidak hanya secara serius melanggar peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), merugikan sistem perdagangan multilateral, tapi juga akan secara serius mengganggu rantai industri dan rantai pasok global, sehingga akan pasti mengakibatkan dampak negatif terhadap perekonomian global yang terancam akan terjerumus dalam “kancah resesi”.

Nyata sekali, pemikiran Zero Sum Game yang dipatuhi sosok tertentu AS tidak akan membantunya mewujudkan monopoli, malah akan mengakibatkan kekalahan bersama. Jauh pada 1 Agustus lalu, mantan Wakil Presiden AS Walter Mondale menyatakan dukungan atas argumentasi bahwa “Tiongkok bukan musuh”, yang dipaparkan dalam sebuah surat terbuka yang dilayangkan seratus “ahli Tiongkok” beberapa waktu lalu. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang sudah menyadari, di tengah globalisasi ekonomi saat ini, “egoisme” mustahil didirikan di atas dasar “merugikan orang lain”, dan mentalitas Zero Sum Game seharusnya dilepaskan dan diganti dengan ide menang bersama.

Tiongkok selalu menjadikan dialog dan negosiasi sebagai pilihan pertama dalam penyelesaian masalah ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Akan tetapi, tekad Tiongkok untuk membela kepentingan inti sarinya serta kepentingan fundamental rakyatnya tidak akan berubah. Jika mau berunding, pintunya akan terbuka. Kalau tidak, Tiongkok mutlak tidak akan mundur.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok