Anggota IAEA Imbau Lindungi JCPOA

2019-07-11 10:54:10

Anggota IAEA Imbau Lindungi JCPOA

XINHUA: Dewan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengadakan sidang istimewa di Vienna, pada hari Rabu kemarin (10/7), dengan tujuan memeriksa keadaan pelaksanaan Iran terhadap Kesepakatan Komprehensif Nuklir Iran (JCPOA). Tiga puluh lima anggota Dewan IAEA termasuk Tiongkok, Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman telah menghadiri sidang tersebut. Para wakil dari Iran dan Uni Eropa juga menyampaikan pidato di depan sidang. Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Tiongkok Fu Cong ikut serta dalam sidang tersebut.

Sidang istimewa ini digelar untuk memenuhi permohonan pihak Amerika. Mayoritas anggota dewan IAEA berpendirian untuk memelihara JCPOA, dan menyesalkan tindakan AS yang telah mengundurkan diri dari JCPOA dan memberikan tekanan ekstremis kepada Iran. Para anggota dewan juga mengimbau Iran untuk melaksanakan komitmennya secara menyeluruh, dan mendukung usaha diplomatik para pihak peserta perjanjian yang melindungi JCPOA.

Fu Cong menyatakan, akar penyebab krisis nuklir Iran tergantung pada kebijakan tekanan ekstremis AS terhadap Iran. Tepat seperti apa yang ditunjukkan oleh Sekretaris Jenderal PBB bahwa tindakan pengunduran diri AS dari JCPOA yang kemudian melaksanakan sanksi unilateral dan yuridiksi lengan panjang, berlawanan dan menghambat pelaksanaan Resolusi nomor 2231 dan JCPOA. Pengurangan komitemen pelaksanaan JCPOA oleh pihak Iran memang sangat disesalkan, tetapi hal itu tidak menciptakan risiko bagi proliferasi nuklir dan tidak melanggar kewajiban penjaminan dan pengawasan. Pihak Iran pun masih berkali-kali menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk mengundurkan diri dari JCPOA, sedangkan tindakan-tindakan yang mereka ambil bersifat reversibel.

Fu Cong menekankan, Dewan IAEA hendaknya menangani masalah terkait secara objektif dan adil berdasarkan kenyataan, mendesak pihak terkait melepaskan tindakan pemberian tekanan ekstremis, dan untuk tidak menciptakan krisis yang lebih besar. Sementara itu, Dewan IAEA diharapkan dapat memainkan peranan Komite Bersama, mendukung upaya diplomatik yang dilakukan berbagai pihak, serta mendorong pelaksanaan persetujuan secara menyeluruh dan efektif. Tiongkok berharap IAEA terus bersikap objektif, adil dan profesional, serta melaksanakan kewajiban pengawasan dan pemeriksaan terhadap Iran.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok