Kapal Dagang ‘Ratu Tiongkok’ Telah Ramalkan Tiongkok dan AS Susah Decoupling

2019-06-24 16:49:55

Sejak eskalasi pergesekan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS, sejumlah kecil orang yang diwakili oleh Senator Republik AS Marco Rubio sempat mengeluarkan "teori decoupling Tiongkok-AS" dan mengklaim memutus hubungan antara Tiongkok dan AS di bidang ekonomi, perdagangan, iptek dan kebudayaan. Mereka yang memegang argumen ini sepenuhnya melupakan sejarah perkembangan AS dan lupa bahwa nenek moyang mereka justru berdagang dengan Tiongkok, baru dapat bermakmur dan kaya sehingga membangun AS hari ini.

Pada 22 Februari 1784, AS yang baru merdeka menerobos blokade ekonomi dari Inggris, dan mengirim kapal dagang yang disebut "Ratu Tiongkok" untuk menyeberangi Samudra Atlantik pada hari ulta George Washington, kapal itu melewati Tanjung Harapan dan melintasi Samudra Hindia, lalu memasuki Samudra Pasifik dan Laut Tiongkok Selatan, akhirnya tiba di Guangzhou, Tiongkok pada 28 Agustus tahun itu, dan ini membuka perdagangan langsung pertama antara dua negara yang tertua dan termuda di kedua sisi Samudra Pasifik.

Pelayaran bersejarah ini telah memungkinkan orang AS untuk melihat keuntungan luar biasadari pasar Tiongkok yang jauh. Maka, ribuan layar beramai-ramai menuju ke Tiongkok melalui Salur Sutra Maritim versi AS dan mengadakan perdagangan langsung dengan Tiongkok. Setelah tahun 1890-an, perdagangan AS dengan Tiongkok telah melampaui Denmark, Prancis, Portugal dan negara-negara perdagangan lainnya yang lebih bersejarah lama daripada AS, dan menempati urutan kedua, yang hanya menyusul Inggris yang bersejarah perdagangan dengan Tiongkok selama 100 tahun lebih. Pada saat itu, "New York Post" menyebut "kesuksesan Ratu Tiongkok" perdana sebagai "tonggak pertama dalam sejarah bisnis AS", dan barang-barang Tiongkok menjadi komoditas yang terpopuler di pasar AS.

Pada 200 tahun lebih yang lalu, AS berhasil menembus blokade ekonomi Inggris dan memulai jalan pembangunan dan kemakmuran melalui perdagangan yang setara dan saling menguntungkan dengan Tiongkok. Saat ini, sebagai dua negara ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok dan AS telah menjadi mitra dagang terbesar dan target investasi penting satu sama lain. Pada tahun 2018, volume perdagangan barang-barang bilateral mencapai US$ 633,5 miliar. Pendapatan penjualan tahunan perusahaan melebihi US$ 700 miliar, dan labanya melebihi US$ 50 miliar. Sulit membayangkan bahwa masih ada kekuatan apa yang dapat memisahkan hubungan antara Tiongkok dan AS yang telah bergabung mendalam dan saling melengkapi.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok