Profesor Universitas Hebrew: Tanggung-jawab Pergesekan Perdagangan Tiongkok-AS Berada di Pihak AS

2019-06-03 11:39:33

Buku Putih Pendirian Pihak Tiongkok tentang Negosiasi Ekonomi dan Dagang Tiongkok-AS yang dikemukakan Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok hari Minggu kemarin menunjukkan bahwa pergesekan ekonomi dan dagang yang ditimbulkan pihak AS tehradap Tiongkok merugikan kepentingan kedua negara bahkan seluruh dunia. Berkenaan ini, wartawan CRI mewawancara dua professor dari Universitas Hebrew Israel. Mereka menunjukkan, AS mencoba menyelesaikan perselisihan ekonomi melalui pemberian tekanan politik, namun Tiongkok memiliki pasar yang luas dan perkembangan ekonomi Tiongkok tidak akan macet karena gangguan dan pemukulan AS.

Mengenai pergesekan perdagangan Tiongkok-AS, AS menuduh perusahaan Tiongkok telah merebut sumber daya dan pasar perusahaan AS. Profesor Nissim Otmazgindari Universitas Hebrew berpendapat, perusahaan Tiongkok secara adil berpartisipasi dalam persaingan internasional dan berharap merintis pasar internasional, itulah prilaku komersial yang adil dan AS seharusnya tidak mengupayakan penyelesaian perselisihan ekonomi dengan pendekatn politik. Perusahaan Tiongkok sangat baik penampilannya dalam pembangunan infrastruktur di Israel.

Profesor Yuri Pines yang juga pakar masalahTiongkok Universitas Hebrew menyatakan, sejak Perang Dunia ke-2, AS pernah menghadapi tantangan Jepang dalam proses perkembangan. Akan tetapi, Tiongkok dewasaini berbeda dengan Jepang pada tahun 1980-an. Ekonomi Tiongkok tak akan macet di bawah tekanan AS dan tetap adalah optimistis prospek perkembangan Tiongkok pada masa depan. Ia amengatakan, pasar Tiongkok sangat besar, Tiongkok bukan Jepang. Seperlima populasi dunia adalah orang Tiongkok. Sedangkan, Jepang sepenuhnya tergantung pada ekspor dan pasarnya kecil. Tiongkok memikili bagian barat yang sangat potensial. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok jauh lebih pesat daripada AS.

Selain itu, Profesor Yuri menunjukkan pula, sistem politik Tiongkok juga memiliki keunggulan yang sulit dibandingkan AS. Ia mengatakan, di AS ada kontradiksi politik, dan kontradiksi politik di Tiongkok tidak besar. Di bidang ini, Tiongkok dapat dengan memanfaatkan kestabilan intern dan sistem politik yang lebih efektif menanggapi tekanan dari AS.

Profesor Yuri menyatakan, untuk menanggapi tantangan perdagangan dari AS, yang penting bagi Tiongkok ialah mengembangkan iptek.

Ia mengatakan, yang terpenting bagi Tiongkok ialah mengembangkan iptek diri sendiri dan melampaui AS. Begitu Tiongkok melampaui AS, AS tidak bisa berbuat apa lagi. Kemungkinan ini terdapat. Dalam waktu satu tahun atau 10 tahun, Tiongkok mungkin dapat sebanding dengan AS di bidang ilmu pengetahuan. Kenapa AS memberikan tekanan begitu besar terhadap Huawei, justru karena Tiongkok mulai melampaui AS di bidang tersebut, AS merasa takut. Oleh karenaitu, Tiongkok perlu lebih banyak berinvestasi di bidang tersebut demi menjadi lebih perkasa.




Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok