AS Tangguhkan Larangan Bisnis dengan Huawei

2019-05-21 15:20:12

AS Tangguhkan Larangan Bisnis dengan Huawei

Departemen Perdagangan AS di laman situsnya mengumumkan akan menunda implementasi larangan berbisnis dengan PT Huawei selama 90 hari. Dijelaskannya bahwa pelonggaran itu bertujuan sebagai izin sementara untuk menyediakan waktu transisi bagi badan dan perusahaan terkait.

Melansir kantor berita AFP, pejabat AS menyebut bahwa Huawei dan para mitra dagangnya membutuhkan waktu untuk pembaruan perangkat lunak serta penanganan sejumlah isu terkait kontrak. Laporan AFP menunjukkan pula bahwa penangguhan larangan itu tidak berarti larangan dibatalkan, tapi hanya bertujuan menyediakan waktu bagi Huawei dan mitranya untuk memelihara jaringan perlengkapannya yang beroperasi dewasa ini, termasuk pembaruan perangkat lunak dan patch keamanan menurut kontrak berikat hukum yang ditandatanganinya sebelum 16 Mei 2019.

Pada 21 Mei 2019, Reng Zhengfei sebagai pendiri Huawei menerima wawancara media Tiongkok di markas besar Huawei di kota Shenzhen, Tiongkok selatan. Ia mengatakan, “lisensi sementara selama 90 hari” itu tidak memiliki arti penting bagi Huawei. Yang penting ialah Huawei akan melakukan bisnisnya dalam batas kemampuannya, karena kami tidak bisa berbuat apa pun atas regulasi pemerintah AS.

Ren Zhengfei mengatakan, satu tahun sebelumnya Huawei sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam bernama "entity list". Politikus AS meng-underestimasi kekuatan Huawei. Huawei tidak akan terpengaruh kebijakan AS dalam bidang teknologi telekomunikasi 5G. Dalam hal ini, Huawei tidak akan terkejar oleh pihak mana pun dalam dua atau tiga tahun mendatang.

Ren Zhengfei mengatakan pula, kami tidak akan menolak chip dari AS demi tujuan perkembangan bersama, akan tetapi, jika benar-benar terjadi kesulitan dalam pemasokan, Huawei sudah punya stoknya. Pada periode “damai”, chipnya separo berasal dari AS, dan separo dari Huawei. Kami tidak mengisolasikan diri dari dunia. Kami bisa membuat chip setara dengan chip buatan AS, namun itu tidak berarti kami tidak melakukan pembelian dari AS.

Ren Zhengfei mengatakan, antara Huawei dan Eropa terjalin komunikasi yang erat. Kapasitas teknologi 5G 20 kali lipat teknologi 4G, atau sepuluh ribu kali lipat teknologi 2G, sementara itu, penghematan listriknya meningkat 10 kali lipat dengan ukurannya menciut sebesar 70 persen. Kami memiliki bahan yang tidak akan mengalami korosi hingga puluhan tahun lamanya, yang sangat cocok untuk kebutuhan Eropa.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok