AS Adalah Pembuat Utama Defisit Dunia

2019-05-21 10:43:19

Balik Menuduh adalah cara yang selalu dilakukan AS untuk menekan lawannya, dan belakangan ini, AS menggunakan cara tersebut dengan semakin parah.

Misalnya, sebelum Konsultasi Tingkat Tinggi Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok dan AS putaran ke-11, tiba-tiba AS mengeluarkan kabar angin yang memfitnah Tiongkok membalikkan pendiriannya dalam perundingan perdagangan, dan dengan alasan ini, AS menaikkan pajak bea cukai produk Tiongkok yang diekspor ke AS dari 10% hingga 25%. Padahal, kedua pihak telah berkonsultasi berulang kali dan mencapai kesepahaman mengenai sejumlah topik. Persetujuan masih belum tercapai, dari mana datangnya tuduhan AS yang menyatakan soal pembalikkan pendirian Tiongkok?

Justru AS yang sering plin-plan terhadap perkataan dan perbuatannya. Seseorang jika tidak dapat memiliki ketulusan maka tidak akan dihormati, Sebuah negara jika tidak memiliki integritas maka cepat atau lambat akan tumbang. Kini, untuk mengekang pembangunan Tiongkok, memelihara hegemonis yang kian lemah, sejumlah politikus AS selalu mencoreng nama Tiongkok, dari menuduh “agresi ekonomi” Tiongkok, hingga menyerang Tiongkok dengan tuduhan “mencuri”, dan menggempar-gemparkan bahwa Tiongkok ingin menjadi penguasa dunia. Berbagai komentar dilontarkan, dan menciptakan sebuah ancaman Tiongkok putaran baru.

Mengapa AS sering memutarbalikkan dan menuduh negara lain? Karena AS ingin menyembunyikan fakta bahwa sesungguhnya dirinyalah pembuat utama defisit global.

Kini dunia sedang menghadapi perubahan yang belum pernah terjadi selama seratus tahun lalu, umat manusia menyambut revolusioner teknologi putaran baru dan peluang perubahan industri, tapi disamping itu juga sedang menghadapi kegoncangan yang ditimbulkan oleh angsa hitam (Black Swan) dan badak abu-abu, komunitas internasional sedang menghadapi tantangan bersama di bidang defisit pemerintahan, defisit kepercayaan, defisit perdamaian dan defisit pembangunan. Sebagai negara adi kuasa di dunia, AS tidak saja tidak berupaya untuk menghilangkan defisit ini, malah menjadi pembuat utama defisit tersebut.

Miasalnya, AS dengan seenak hati mundur dari organisasi atau perjanjian dengan prioritas AS, secara serius menyerang sistem multilateral, peraturan internasional, dan memperparah defisit pengelolaan dunia.

Tentu saja, AS juga pandai dalam memperlihatkan kekuatan militernya, misalnya secara langsung mengirimkan tentara ke Suriah tanpa keputusan PBB, mengirim kekuatan militer ke Teluk Persia untuk mengancam Iran, melaksanakan aksi kebebasan navigasi di mana-mana, menciptakan bencana kemanusiaan di mana-mana, serta meningkatkan defisit perdamaian.

Untuk memelihara hegemonis ekonomi dan iptek dirinya sendiri, beberapa tahun terakhir ini AS memberlakukan pajak bea cukai terhadap negara lain, menindas mitra perdagangan utamanya, melaksanakan sanksi atau blokade terhadap perusahaan teknologi tinggi seperti Huawei, secara sengaja dan dengan keras memutuskan rantai industri dan rantai nilai di dunia, serta menambahkan defisit perkembangan.

Dunia masa kini seharusnya adalah era senasib berbagai negara, justru seperti komunitas senasib sepenanggungan yang diajukan oleh Presiden Xi Jinpinglah, urusan global ditangani bersama oleh berbagai negara, peraturan internasional ditulis oleh berbagai negara, hasil pembangunan dibagikan oleh berbagai negara, dan nasib dunia dikendalikan oleh berbagai negara. Perbuatan AS yang tidak saja melanggar arus zaman tersebut bertentangan dengan kecenderungan umum dan opini umum, juga mempersengit defisit pemerintahan global dan menjadi faktor yang paling tidak stabil dalam pembangunan dunia.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok