Bursa Saham NY Anjlok Akibat Pergesekan Dagang Tiongkok-AS

2019-05-14 12:56:51

Pemerintah Amerika tiba-tiba mengumumkan penerapan tarif tambahan terhadap komoditas impor Tiongkok dari 10 persen hingga 25 persen pada pekan lalu. Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara Tiongkok dalam pengumumannya kemarin Senin (13/5) mengatakan, untuk membela sistem perdagangan multilateral, membela hak dan kepentingan sah negara, Tiongkok terpaksa menambahkan tarif impor sejumlah komoditas yang berasal dari AS. Terpengaruh oleh pergesekan dagang Tiongkok-AS, indeks Dow Jones Industrial Average dan indeks Nasdaq di bursa saham New York kemarin anjlok tajam, berbagai kalangan Amerika termasuk Goldman Sachs menyatakan secara terbuka bahwa tindakan penerapan tarif tambahan akan memberikan serangan terhadap ekonomi Amerika.

Terhitung hingga pada penutupan kemarin, Indeks Dow Jones turun sebanyak 617 poin atau 2,9 persen daripada sehari sebelumnya, ditutup dengan 25325 poin. Skala penurunannya pernah melampaui 700 poin, dan menciptakan skala penurunan terbesar sejak 3 Januari tahun ini. Sedangkan indeks Nastaq menurun sebesar 3,4 persen, adalah skala penurunan per hari terbesar dalam tahun ini. Sedangkan Indeks Standard & Poor’s 500 mengalami penurunan sekitar 2,4 persen.

Kini, topik mengenai pergesekan dagang antara Tiongkok-AS selalu menjadi topik utama media moneter dan ekonomi Amerika. Banyak ahli dan sarjana AS yang menyatakan keprihatinan mereka terhadap pergesekan ekonomi antara Tiongkok-AS, dan mengatakan bahwa tindakan pengumuman AS yang tiba-tiba menerapkan tarif tambahan terhadap komoditas impor dari Tiongkok tersebut akan memicu ketegangan situasi,dan jika terus berkembang lebih lanjut mungkin akan mempengaruhi arus pemulihan ekonomi AS.

Goldman Sachs dalam laporannya baru-baru ini mengatakan, menurut penelitian, biaya penerapan tarf tambahan yang dilakukan AS terhadap komoditas asal Tiongkok sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dan konsumen AS. “Perkataan yang menyatakan bahwa Tiongkok yang membayar tarif adalah tidak benar.” Laporan mengatakan, apabila pergesekan dagang Tiongkok-AS terus meningkat, akan mengakibatkan tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS menurun sebesar 0,4 persen, juga akan mengakibatkan tindakan penjualan bursa saham, dan menurunnya tingkat pertumbuhan PDB AS.

Selain itu, karena Amerika melancarkan perang dagang terhadap banyak negara termasuk Tiongkok, maka negara-negara tersebut menerapkan tarif hukuman terhadap produk ekspor AS. Data terbaru yang diumumkan Kementerian Pertanian Amerika pada tanggal 10 Mei lalu menunjukkan, dalam situasi perdagangan yang menegangkan saat ini, produk pertanian dan hasil peternakan dalam negeri Amerika telah mengalami penumpukan dalam jumlah besar.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok