Trump Berbincang-bincang dengan Carter tentang Tiongkok untuk Pertama Kalinya

2019-04-17 16:02:53

Mantan Presiden AS Jimmy Carter hari Senin (15/4) kemarin mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya, Presiden Donald Trump menelpon dirinya untuk berbincang-bincang mengenai Tiongkok. Carter mengungkapkan, Trump memberitahukan kepadanya bahwa dirinya sangat khawatir jika Tiongkok akan melampaui AS, sedangkan jawaban Carter sendiri ialah, ia tidak khawatir saat itu akan datang, dan menunjukkan bahwa AS adalah negara yang paling militan dalam sejarah dunia. Tiongkok tak pernah menghamburkan uang satu sen pun dalam perang. Inilah sebabnya Tiongkok selalu berjalan di depan AS.

Argumentasi Carter sebagai seorang mantan Presiden yang merampungkan tugasnya dalam menjalin hubungan diplomatik AS-Tiongkok pada masa jabatannya tersebut sadar dan rasional, menunjukkan pandangan strategis seorang politisi senior dan tanggung-jawab yang tinggi terhadap kepentingan negara AS. Sikapnya tersebut membuat para politisi AS yang egois dan tak menghiraukan kepentingan negara malu dan panik. Ini juga menunjukkan bahwa pada berbagai penanganan masalah hubungan Tiongkok-AS, para tokoh yang berpandangan jauh dengan para mantan pemimpin AS sebagai wakilnya tetap merupakan sebuah kekuatan yang penting.

Akan tetapi, perubahan proses hubungan Tiongkok-AS selama lebih dari satu tahun ini menunjukkan, perbuatan AS yang menekan Tiongkok tidak mencapai hasil yang diharapkannya, justru membuktikan peringatan berulang kali dari Carter, yaitu pentingnya Tiongkok bagi kemakmuran AS. Dalam laporan Teropongan Ekonomi Dunia yang dikemukakan pekan lalu, Dana Moneter Internasional IMF menurunkan 0,2 poin prediksi laju pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi 2,3 persen, dan menaikkan 0,1 poin prediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi 6,3 persen. Dengan demikian, Tiongkok merupakan satu-satunya ekonomi utama dunia yang dinaikkannya prediksi laju pertumbuhan ekonominya. Hasil itu melampaui prakiraan kelompok AS yang keras terhadap Tiongkok dan telah mengkhawatirkan pemerintah AS.  Rupanya, dengan melawan Tiongkok dan menekan Tiongkok tetaplah sulit mengubah kenyataan menurunnya kekuatan relatif AS, justru malah merugikan dirinya sendiri.

Sangat jelas bahwa dengan mencampakkan hegomonisme, unilateralisme dan politik kekuatan, mengutamakan kesejahteraan rakyat, dan terus meningkatkan daya saing diri sendiri, barulah dapat merealisasi “America Great Again”. Sedangkan tujuan pembangunan Tiongkok ialah memenuhi permintaan rakyat terhadap kehidupan yang indah, dan bukannya ingin menantang siapa atau menggantikan siapa. Inti kebudayaan tradisional Tionghoa ialah mengutamakan keharmonisan, Tiongkok tak pernah mengagresi negara lain, melainkan berharap dapat membentuk komunitas senasib manusia dan bersedia bersama dengan AS mengemban tanggung-jawab sebagai negara besar.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok