Pernyataan Pompeo Tak Dapat Pecahkan Kerja Sama Tiongkok dan Amerika Latin

2019-04-17 11:09:15

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo Kamis lalu (11/4) mulai mengunjungi Cile, Paraguay, Peru dan Kolombia, tujuannya ialah mengoordinasikan pendiriannya dengan negara-negara tersebut atas masalah Venezuela, berusaha mendapat dukungan mereka terhadap kebijakan AS, termasuk mengenakan sanksi lagi terhadap Venezuela.

Akan tetapi, fokus Pompeo nampaknya menjadi miring. Tak lama setelah tiba di Cile, ia menyampaikan pidato, menakut-nakuti negara-negara Amerika Latin, katanya Tiongkok dan Rusia sudah “berdiri di depan pintu”, sekali mengizinkan Tiongkok dan Rusia “memasuki rumah”, maka mereka akan “menimbulkan kekacauan di rumahmu”. Ia juga mencela Tiongkok yang berinvestasi di Venezuela dengan mengatakan bahwa “perbuatan Tiongkok sedang membantu menghancurkan Venezuela”.

Pernyataan Pompeo itu sulit dimengerti, namun sama sekali bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, Mantan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tilerson pernah mengeluarkan pernyataan serupa yang penuh dengan mentalitas perang dingin dan maksud pemecah-belahan, di belakangnya tercermin kegelisahan AS atas menurunnya daya pengaruh di Amerika Latin, serta ketidakpuasan dan kecurigaannya terhadap peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dengan Amerika Latin.

AS sejak lama menjadikan Amerika Latin sebagai lokasi percobaan untuk menerapkan hegemonisme, politik kekuatan dan mentransmisi sistem sosial ekonomi dan tata nilainya. Misalnya, dengan “doktrin Menroe” sebagai alasannya, AS dengan kasar mencampuri urusan dalam negeri negara-negara Amerika Latin, membuat subversi dan kekacauan di negara-negara yang dianggapnya tidak patuh.

Sementara itu, antara Tiongkok dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia tidak terdapat rasa dendam dalam sejarah, juga tidak terdapat bentrokan dalam zaman sekarang, kedua pihak dapat saling mengisi dalam proses perkembangan masing-masing.

Dapat dikatakan bahwa negara-negara Amerika Latin tidak mengindahkan apa yang disebut “peringatan” Pompeo. Misalnya, media Cile mengibaratkan pernyataan Pompeo sebagai “mencoba memaksakan Cile untuk mengambil sikapnya di antara dua kubu”. Menteri Dalam Negeri Cile, Andres Chadwick menyatakan, Cile “tidak memerlukan peringatan atas investasi orang lain di Cile serta kerja samanya dengan negara-negara lain.”

Sebenarnya melalui pembangunan selama 40 tahun sejak Tiongkok melaksanakan kebijakan reformasi dan keterbukaan, negara-negara Amerika Latin telah menyaksikan keberhasilan Tiongkok dalam pembangunan serta upaya tulus untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Latin. Khususnya, kunjungan kerap kali Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Amerika Latin telah meningkatkan saling percaya strategis antara kedua pihak, memperkuat lebih lanjut dasar kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam situasi seperti itu, pernyataan yang penuh mentalitas perang dingin dan gertakan tak mungkin menghadang langkah kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Amerika Latin.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok