Bertukar Pengalaman Anti Terorisme Dengan Dunia

2019-03-19 11:14:52

Pada tiga hari sebelum pemerintah meluncurkan buku putih anti terorisme dan de-ekstrimisme Xinjiang, Selandia Baru telah mengalami “hari yang paling gelap” dalam sejarah, 50 orang meninggal dalam serangan penembakan teror di dua mesjid di kota Christchurch. Pelakunya menurunkan artikel panjang di akun Twitter, menganjurkan pikiran ekstremitas supremasi kulit putih.

Bagaimana mencegat infiltrasi dan menjalarnya pikiran ekstremisme, agar teror kekerasan kehilangan tanah tumbuh dan memberantas aktivitas teror sebelum terjadi, telah menjadi problem yang harus dihadapi oleh berbagai negara. Kini, berbagai negara mengadakan pertukaran dan kerja sama dalam memukul terorisme menurut keadaan negaranya masing-masing. Sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, Tiongkok tidak terkecuali.

Buku putih telah memaparkan tiga jalur dan cara Tiongkok dalam perjuangan anti terorisme, yaitu mencegat sebelumnya, mengutamakan daerah titik berat dan meningkatkan kerja sama internasional.

Mencegat sebelumnya ialah menempatkan anti terorisme preventif pada posisi utama, mencegat perbuatan teror pada masa awal. Buku putih mengatakan, Tiongkok dengan aktif menanggapi resolusi Majelis Umum PBB tentang strategi anti terorisme global dengan mengambil pengalaman masyarakat internasional, berupaya menghapuskan kondisi meluasnya terorisme, mencegat dan memukul terorisme.

Memperluas penempatan tenaga kerja, memasyarakatkan pendidikan dan menerapkan jaminan pengobatan sudah menjadi langkah penting yang diambil di Xinjiang untuk mencegat terorisme. Buku putih menunjukkan, di Xinjiang telah didirikan pusat pendidikan dan penataran sesuai dengan undang-undang, agar para peserta belajar keterampilan, dengan semaksimal melepaskan diri dari dampak terorisme, ikatan pikiran ekstremitas, berupaya meningkatkan keterampilan dan meningkatkan keyakinan hidup. Keterampilan tersebut mencakup pengolahan baju, sepatu dan topi, pengolahan bahan makanan, perakitan produk elektronik, dan E-commerce.

Dari tahun 2016 hingga tahun 2018, Xinjiang mewujudkan penempatan tenaga kerja sejumlah 1,4 juta, buruh migran mencapai 8,3 juta, pendidikan wajib sembilan tahun dan asuransi penyakit berat sudah menjangkau seluruh daerah Xinjiang.

Buku putih menunjukkan, ekstremisme agama dengan mengibarkan panji agama Islam, namun melanggar ajaran agama, maka bukanlah agama Islam. Dalam perjuangan anti terorisme, seharusnya menghormati kebebasan beragama para warga serta adat istiadat dan kebiasaan etnis, melarang perbuatan diskriminasi dengan berdasarkan pada daerah, etnis dan agama.

Perbuatan tersebut sudah mencapai hasil bertahap. Selama dua tahun terakhir, di Xinjiang tidak terjadi peristiwa teror kekerasan, rakyat hidup aman dan tenteram. Pada tahun 2018, Xinjiang telah menerima turis dalam dan luar negeri sejumlah 150 juta, naik 40% dibandingkan dengan masa sama tahun sebelumnya, di antaranya turis asing tercatat 2,4 juta, naik 10,78%.

Meningkatkan kerja sama internasional ialah menekankan bahwa perjuangan yang dilakukan di Xinjiang untuk menentang terorisme dan de-ekstrimisme merupakan bagian penting dalam perjuangan anti terorisme internasional.

Di bawah dukungan pemerintah pusat, selama tahun-tahun belakangan ini, Xinjiang telah membentuk berbagai mekanisme kerja sama anti terorisme dengan negara-negara tetangga, termasuk pertukaran informasi, pengontrolan bersama di perbatasan, memburu teroris dan pendanaan anti terorisme.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok