Rapat Bertemakan “Prestasi Perkembangan Usaha HAM Xinjiang” Digelar di Jenewa

2019-03-15 11:45:31

Dalam rangka sidang ke-40 Dewan Pengurus Hak Asasi Manusia (HAM) PBB,  Perwakilan Tiongkok untuk Kantor PBB di Jenewa dan Delegasi Tiongkok di Swiss serta Institut HAM Tiongkok bersama-sama menyelenggarakan rapat sampingan bertemakan “Prestasi Perkembangan Usaha HAM Xinjiang”. Dalam pidatonya di depan rapat itu,  Duta Besar Tiongkok untuk Kantor PBB di Jenewa Yu Huajian memaparkan hasil-hasil  pemukulan terorisme dan ekstremisme oleh pemerintah Tiongkok di Xinjiang. 3 pakar dari Institut HAM Tiongkok juga memperkenalkan keadaan kemajuan HAM di Xinjiang. Lebih dari 300 hadirin berasal dari 70 lebih negara menghadiri rapat itu dan juga memberikan tanggapan positif atas perkembangan HAM di Xinjiang.

Dubes Tiongkok untuk Kantor PBB di Jenewa Yu Jianhua menyatakan, sekarang ini Xinjiang sedang berada pada masa pembangunan  dan kestabilan yang terbaik sepanjang sejarah. Hak rakyat berbagai etnis Xinjiang di bidang ekonomi, politik, sosial, kebudayaan dan lingkungan hidup sedang dilestarikan sepenuhnya. Pada 2020, bersamaan dengan rakyat seluruh negeri, semua rakyat Xinjiang, tiada satu pun yang ketinggalan, akan mewujudkan sosial cukup sejahtera.

Dubes Yu Jianhua mengatakan, kemakmuran dan kestabilan Xinjiang saat ini justru diperoleh melalui pemukulan terorisme dan ekstremisme yang dilakukan pemerintah Tiongkok. ketiga kekuatan yakni terorisme, separatisme dan ekstremisme pernah mendatangkan kerugian material dan jiwa yang besar kepada rakyat berbagai etnis Xinjiang dan dengan berat merugikan hak mendasar rakyat berbagai etnis Xinjiang. Pemerintah Xinjiang melaksanakan sejumlah tindakan untuk anti terorisme dan ekstremisme, termasuk membuka pusat pendidikan kejuruan profesi demi membantu orang-orang yang terpengaruh oleh terorisme dan ekstremisme agar menjauhkan diri dari ketiga kekuatan itu. Perbuatan itu telah disambut baik ramai oleh rakyat berbagai etnis, adalah pula kewajiban yang harus dilakukan pemerintah yang bertanggung jawab.

Di depan rapat itu, Profesor Institut Politik dan Pengelolaan Publik Universitas Xinjiang Zuli Yati,selaku anggota Institut HAM Tiongkok mengatakan, Daerah Otonom Xinjiang adalah bagian wilayah Tiongkok yang tak dapat dipisahkan, semua rakyat Xinjiang tergolong warga Tionghoa.

Dalam pembicaraannya di depan rapat itu, periset Institut Anti-terorisme Universitas Politik dan Hukum Barat Daya Zhang Nan, selaku Anggota Institut HAM Tiongkok mengungkapkan risiko serius kepada dunia, yang diakibatkan  kekerasan teror dan ekstremisme di Xinjiang, dia menunjukkan bahwa pekerjaan anti-teror dan anti-ekstremis adalah sangat urgen dan perlu dilakukan pemerintah Xinjiang. Ini adalah pendirian tegas yang dipegang Tiongkok.

Perihal keadaan pusat  pendidikan dan penataran kejuruan profesi di Xinjiang yang diperhatikan dunia, Profesor Institut HAM Universitas Politik dan Hukum Barat Daya Li Changlin selaku Anggota Institut HAM Tiongkok menjelaskan tujuan pusat  pendidikan dan penataran kejuruan profesi Xinjiang dari sudut hukum. Dia menunjukkan, pendidikan dan penataran kejuruan profesi kepada orang yang terpengaruh oleh terorisme dan ekstremisme  bukanlah tahanan ilegal yang mencabut kebebasan, sedangkan adalah langkah-langkah positif kepada mereka usai menjalani prosedur hukum.

Setelah berkunjung ke Xinjiang, Wakil Kuba untuk Kantor PBB di Jenewa Pedro Luis Pedroso Cueta dalam pembicaraannya menunjukkan, informasi Xinjiang harus diperoleh melalui kenyataan dan sumber yang dapat dipercaya, segala tindakan teror harus dikecam masyarakat internasional.

Deputi Wakil Rusia untuk Kantor PBB di Jenewa Nikita Zhukov dalam pembicaraannya menyatakan, perkembangkan usaha HAM negara yang berbeda harus dilakukan di atas dasar keadaan masing-masing.

Deputi Wakil Belarus untuk Kantor PBB di Jenewa Vadim Pisarevich mengatakan, pembukaan pusat pendidikan kejuruan profesi di Xinjiang memiliki dua tujuan. Pertama, menjauhkan kaum muda tanpa kejuruan dari serangan teroris, kedua memberikan keterampilan profesi kepada kamu muda itu demi mendorong perkembangan ekonomi setempat.

Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok