Brexit Mungkin Akan dengan Cepat Mendapat Penyelesaian Final

2019-03-14 10:09:00

Parlemen Inggeris hari Selasa (12/3) memveto persetujuan Brexit yang direvisi oleh pemerintah Theresa May dengan 391 suara menentang dan 242 suara mendukung. Ini merupakan sekali lagi Parlemen Inggeris mengatakan “tidak” kepada pemerintah setelah Parlemen Inggeris memveto persetujuan Brexit dengan keunggulan mutlak pada bulan Januari lalu. Menurut rancangan Brexit “tiga tahap” yang diratifikasi Parlemen Inggeris bulan Februari, ia akan mengadakan sekalai lagi pemungutan suara pada hari Rabu dan memutuskan apakah diadakan Brexit tanpa persetujuan pada tanggal 29 bulan ini, dan lalau sekali lagi diveto, Parlemen hari ini akan mengadakan pemungutan suara mengenai apakah menuntut penundaan Brexit kepada Uni Eropa. Biar bagaimanapun, Brexit yang berlangsung lama telah memasuki tahap penyelesaian final.

Boleh dikata, Perdana Menteri May telah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menjamin diratifikasinya persetujuan Brexit yang direvisi dan setidaknya pada prosedurnya. Pada tanggal 11 bulan ini, menjelang pemungutan suara Parlemen Inggeris, ia sekali lagi menuju Strasbourg dan mengadakan pembicaraan dengan Ketua Komisi Uni Eropa Junker dan mengupayakan dukungan, dan berupaya mengadakan revisi terhadap fasal masalah perbatasan Irlandia yang dipersengketakan dalam persetujuan Brexit untuk menghapuskan kesangsian golongan Brexit bahwa Inggeris akan tetap berada di Eropa pada kenyataan.

Upaya Theresa May mendapat tanggapan Uni Eropa. Sebelum pemungutan suara, ia mengumumkan bahwa Inggeris dan Uni Eropa akan menandatangani dokumen bersama yang mempunyai daya ikat hukum dan kedua pihak akan menandatangani persetujuan mengenai hubungan perdagangan pasca Brexit sebelum akhir tahun 2020 dalam rangka menghindarkan penerapan konsep penjaminan. Kalau Uni Eropa ke depan ingin menggunakan konsep itu membatasi Inggeris tanpa batas waktu, Inggeris dapat mengakhiri konsep itu dengan memanfaatkan metode hukum berdasarkan dokumen bersama.

Apa yang disebut rancangan penjaminan ialah fasal persetujuan Brexit tentang masalah perbatasan Irlandia dengan Irlandia Utara. Ia menetapkan, kalau Inggeris dan Uni Eropa sulit mencapai pengaturan perdagangan yang baru setelah Brexit, Irlandia dan Irlandia Utara akan mempertahankan keadaan sekarang terus sampai kedua pihak mencapai persetujuan yang final. Para anggota golongan Brexit berpendapat secara merata bahwa itu akan mendesak Irlandia Utara tetap berada dalam Uni Eropa dan Inggeris sulit benar-benar terlepas dari Eropa. Ini juga merupakan sebab utama konsep Brexit May beberapa kali diveto oleh parlemen.

Sementara itu, berdasarkan dokumen bersama yang baru dicapai Theresa May dan Junker, kedua pihak berkomitmen untuk menandatangani persetujuan mengenai hubungan perdagangan pasca Brexit sebelum akhir tahun 2020 dalam rangka menghindarkan penerapan konsep penjaminan. Selain itu, Inggeris juga akan mengemukakan sebuah pernyataan sepihak bahwa meski perundingan perdagangan ke depan gagal, juga tidak akan diterapkan konsep penjaminan.

Ternyata, dokumen bersama Theresa May dan Junker tersebut padahal hanya merupakan penjelasan pendirian berprinsip masing-masing mengenai persetujuan Brexit, tiada isi yang dapat dioperasionalkan dan hanya dengan kata-kata samar menghindarkan perselisihan yang riil, dan itu sewajarnya sulit menghapuskan kesangsian golongan Brexit.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok