Semakin Besar Keretakan Lintas Atlantik di Belakang Gejolak Bebas Visa

2019-03-12 11:01:16

Selama dua hari ini, berita tentang Uni Eropa tidak memberikan lagi perlakuan bebas visa kepada turis AS itu menjadi topik titik panas media AS dan Eropa. Berkenaan itu, pihak resmi Uni Eropa membenarkan, itu adalah salah paham media bahwa warganegara AS yang menuju zona Schengen Eropa sejak tahun 2021 harus memohon sertifikasi ETIAS, ETIAS bukan sistem visa melainkan sebuah pemeriksaan rutin terhadap turis internasional termasuk AS, sedangkan Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya juga menekankan bahwa otorisasi ETIAS bukan prosedur pemberian visa dan negara manapun berhak menyusun standar masuk wilayah.

Akan tetapi, yang terpengaruh ETIAS totalnya warganegara dari 60 negara, kenapa perlakuan warganegara AS mengundang perhatian besar media AS dan Eropa bahkan penafsiran yang berlebihan? Ternyata, di latar belakang semakin retaknya hubungan AS dan Eropa, sebuah salah paham kecil mungkin akan mendatangkan pergoncangan dan hubungan kemitraan trans-Atlantik tengah menjadi semakin rumit, sensitive dan rapuh.

Selama dua tahun ini, semakin menonjol kontradiksi dan perselisihan antara AS dan Eropa mengenai kebijakan perdagangan, keamanan Nato, pengintegrasianEropa, kebijakan pengungsi dan imigrasi serta pemerintahan global sehingga terjadi beberapa kali bentrokan yang terbuka dan sengit.

Persekutuan Trans-Atlantik AS-Eropa telah berlangsung selama sekitar 70 tahun. Kedua pihak merasa bangga dengan adanya pandangan nilai yang sama dan pengalaman yang sama. Namun, semakin besar keretakan antara kedua pihak, karena pemerintah AS sekarang mengejar “Amerika Nomor Satu”, tidak menghormati pendapat sekutu Eropa dan tidak menghiraukan kepentingan dan kebijakan sekutu Eropa, ditambah berbedanya pengakuran dan reaksi AS dan Eropa mengenai perubahan dunia dewasa ini.

Perbandingan kekuatan internasional kini mengalami perubahan drastis. Menghadapi perubahan itu, AS mulai mencampakkan globalisasi melainkan menekankan “Amerika Nomor Satu” dalam rangka mempertahankan status negara superbesarnya. Uni Eropa berpendapat bahwa pengaturan sistem internasional dan ssitem multilateral yang terbentuk pasca Perang Dunia ke-2 sesuai dengan kepentingannya sendiri dan harus dipelihara. Justru perselisihan itu memungkinkan hubungan AS-Eropa semakin retak.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok