Liga Arab dan Uni Eropa Tingkatkan Hubungan

2019-02-27 11:04:05

Liga Arab dan Uni Eropa Tingkatkan Hubungan

KTT Liga Arab-Uni Eropa ke-1 hari Senin (25/2) berakhir di Sharm El-Sheikh, Mesir. KTT kali ini dihadiri oleh lebih dari 50 pemimpin negara-negara Arab dan Eropa antara lain Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. KTT Liga Arab-Uni Eropa kali ini cukup berskala besar, makanya boleh dikatakan antar kedua organisasi regional yang besar itu, kesepakatan lebih besar dari pada perselisihan, hal ini juga menandakan bahwa mekanisme kerja sama multilateral adalah solusi baik untuk bersama-sama menghadapi tantangan.

Peningkatan hubungan Liga Arab dan Uni Eropa berhubungan erat dengan situasi di kedua kawasan tersebut. Pertama adalah masalah keamanan. Liga Arab dan Uni Eropa semua berpendapat bahwa sejumlah serangan teroris justru disebabkan oleh masuknya imigran gelap dan pengungsi ke Eropa. Pemecahan masalah tersebut membutuhkan kerja sama antar semua negara Liga Arab dan Uni Eropa, dan bersama-sama beraksi. Kedua, ekonomi Liga Arab dan Uni Eropa pun tidak begitu optimistik karena terdampak oleh situasi keamanan, Brexit dan penurunan harga minyak. Ketiga, mengenai masalah konflik daerah seperti Palestina-Israel, Surih, Libia, Suriah, Yaman, negara-negara Liga Arab membutuhkan dukungan luas dari Uni Eropa, khususnya sejak kedutaan besar AS untuk Israel dipindahkan dari Telaviv ke Jerusalem, apa pendirian yang dipegang Uni Eropa terhadap masalah Palestina-Israel menjadi semakin penting bagi Liga Arab. Kesemuanya itu mengakibatkan pengadaan KTT Liga Arab-Uni Eropa.

Di bawah latar belakang tersebut, hasil-hasil yang dicapai KTT tersebut telah menjadi sorotan dunia. Menurut deklarasi Sharm El-Sheikh yang diumumkan usai KTT itu, kerja sama kedua pihak lebih besar dari pada yang diprediksi dan kesepahaman lebih besar dari pada perselisihan. Sebelumnya, ada yang memperkirakan bahwa sepertinya kedua pihak sulit mencapai kesepakatan hakikat terkait masalah pengungsi Eropa. Meskipun tetap terdapat perselisihan besar mengenai kuota pengungsi intern Uni Eropa, namun menurut deklarasi itu, berbagai pihak telah mewujudkan pendirian sama mengenai imigran gelap dan masalah pengungsi. Yakni, di atas dasar kesepakatan yang dicapai KTT Valletta pada November 2015,semua pihak bersama-sama menerima imigran legal, melindungi hak pengungsi, memukul penjualbelian manusia, menjamin penampungan dan pemulangan pengungsi. Ini adalah pendirian tunggal pertama mengenai masalah imigran gelap dan pengungsi yang dinyatakan bersama oleh para kepala negara Liga Arab dan Uni Eropa dalam bentuk deklarasi. Sementara itu, kedua pihak dengan sepakat menyatakan akan beraksi bersama untuk memukul elemen teroris lintas negara, memutus sumber dana dan dukungan logistik kekuatan teroris. Seandainya kesepakatan itu dapat dilaksanakan, keadaan anti-teror dan keamanan di Liga Arab dan Uni Eropa akan diperbaiki nyata.

Di depan KTT kali ini, perhatian Liga Arab terhadap Palestina-Israel, Suriah, Libya pun mendapat dukungan Uni Eropa. Khususnya, Uni Eropa setuju mempertahankan status Jerusalem, dan menegaskan kembali bahwa akan terus mendorong penyelesaian masalah Palestina berdasarkan Keputusan terkait PBB, pernyataan itu tentu saja menenangkan negara-negara Liga Arab.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok