Yang Jiechi Berharap AS Bersama Tiongkok Laksanakan Kesepahaman Pemimpin Kedua Negara

2019-02-17 10:28:47

Anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Yang Jiechi kemarin (16/2) menjawab pertayanan wartawan mengenai hubungan Tiongkok-AS usai menyampaikan pidato di depan Konferensi Kemanan Munich Ke-55 di Jerman.

Yang Jiechi menyatakan, Tiongkok bersedia menyelesaikan perselisihan dan pergesekan perdagangan Tiongkok-AS dengan cara kerjasama. Tentu saja kerja sama dilakukan di atas dasar prinsip. Baru-baru ini, tim ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS telah melakukan konsultasi , dan mencapai kemajuan bertahap. Tiongkok berharap kedua pihak terus berupaya mendorong pencapaian persetujuan yang saling menguntungkan dan menang bersama.

Yang Jiechi menunjukkan, pemerintah TIongkok sangat mementingkan dan mendorong usaha Hak Asasi Manusia. Rakyat berbagai etnis di Tiongkok sedang berupaya dengan bersatu padu, taraf kehidupan terus ditingkatkan. Ini adalah fakta yang telah diakui secara umum. Tiongkok dengan tegas menentang Amerika dengan beralasan HAM melakukan tuduhan dan celaan terhadap Tiongkok.

Yang Jiechi menunjukkan, pemerintah Tiongkok senantiasa menuntut perusahaan Tiongkok menaati peraturan internasional danundang-undang di negara yang melakukan bisnisnya. Perusahaan Huawei telah memberikan sumbangan positif terhadap perkembangan telekomunikasi negara terkait termasuk negara-negara Eropa, dan selalu menanati peraturan internasional dan undang-undang negara terkait. Tidak ada pasal hukum Tiongkok yang menuntut perusahaan memasang backdoor atau mengumpulkan informasi negara asing. Diharapkan negara tertentu percaya diri terhadap teknologi dirinya, dan menghormati terhadap keputusan negara lain yang menyetujui bekerjasama dengan perusahaan Tiongkok.

Yang Jiechi menyatakan, hubungan Tiongkok dengan negara sekeliling berkembang pesat. Tiongkok sedang bersama negara sekeliling Laut Tiongkok Selatan melindungi perdamaian dan kestabilan kawasan ini, mendorong perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dengan negara terkait termasuk India. Fakta membuktikan, asal kekuatan luar tidak memprovokasi, tidak melakukan standar ganda, kawasan Asia Pasifik akan stabil dan tenang, dunia akan lebih aman.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok