Program B Memungkinkan Inggeris Menuju Brexit Lunak

2019-01-31 13:04:42

Majelis Rendah Inggeris hari Selasa lalu (29/1) mengadakan pemandangan dan pemungutan suara mengenai 7 Amendemen Persetujuan Brexit, dan sebagai hasilnya, dua naskah revisi diteirma baik dan 5 naskah revisi lain diveto. Dalam perundingan Brexit sekarang ini, Uni Eropa sewlalu mencela Inggeris sendiri kekurangan kesepakatan, dan entahlah apa yang diinginkannya sendiri. Hasil pemungutan suara kali ini memungkinkan target final Brexit Inggeris menjadi jelas.

Dalam amendemen yang disebut sebagai Program B itu, ada dua yang diterima baik, salahsatunya ialah harus mengesampingkan Brexit tanpa persetujuan, dan satu lagi yang dikemukakan anggota senior Partai Konservatif Grajam Bradi ialah menuntut dihapuskannya fasal langkah jaminan di perbatasan Irlandia dalam persetujuan Brexit yang dicapai Perdana Menteri Theresa May dan Uni Eropa, melainkan digantikan dengan peraturan penggantian.

Fasal-fasal yang diveto terutama meliputi dua aspek: Pertama, kalau konsep Brexit Perdana Menteri May gagal memperoleh dukungan mayoritas Parlemen, harus lebih awal diadakan persiapan sepenuhnya bagi Brexit tanpa persetujuan; kedua, kalau konsep Brexit Perdana Menteri May gagal diterima baik Parlemen sebelum tanggal 16 Februari, harus ditunda waktu pengunduran Inggeris dari Uni Eropa dengan menggunakan rancangan resolusi yang baru. Kalau semua amendemen itu gagal diterima baik, itu menunjukkan bahwa Inggeris tidak menginginkan Brexit tanpa persetujuan dan juga tidak bersedia menunda Brexit.

Hasil pemungutan suara final 7 fasal amendemen itu telah dengan sangat jelas mengekspresikan target Brexit Inggeris, yaitu, mengesampingkan Brexit tanpa persetujuan dan juga tidak ingin menunda Brexit, melainkan diupayakan Brexit lunak setelah diadakan revisi terhadap persetujuan May.

Setelah diumumkan hasil pemungutan suara Parlemen Inggeris itu, Ketua Dewan Eropa Tusk menyatakan, langkah jaminan adalah bagian persetujuan Brexit, dan persetujuan Brexit tak boleh dirundingkan kembali, dan langkah jaminan perbatasan juga tidak boleh dirundingkan kembali.  Pemimpin banyak anggota Uni Eropa termasuk Presiden Perancis Macron mengemukakan sikap tegas yang menolak berunding kembali dengan Inggeris. Akan tetapi, masih tersedia ruang kompromi antara kedua pihak.

Kini fokus masalah Brexit Inggeris ialah, bagaimana Uni Eropa dan Inggeris mencapai kompromi baru pada masalah perbatasan Irlandia.

Theresa May berkeyakinan penuh atas dicapainya persetujuan baru secara final antara Inggeris dan Uni Eropa. Seusai pemungutan suara, ia mengatakan, mayoritas anggota Parlemen menyatakan dukungan kepada persetujuan yang disesuaikan kembali dan kini ada sebuah jalan yang jelas dan itu memungkinkan Brexit dengan persetujuan dapat mendapat dukungan mayoritas di Parlemen Inggeris. Brexit lunak merupakan jalan satu-satunya dan juga paling memiliki kesepahaman politik di Inggeris.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok