Ucapan Selamat Wang Qishan di Forum Ekonomi Dunia

2019-01-24 11:11:38

Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan kemarin (23/1) menghadiri sidang tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019 atas undangan.

Wang Qishan dalam ucapan selamat mengatakan, tahun ini adalah genap 40 tahun penggalangan hubungan Tiongkok dengan forum. Selama 40, kota kecil Davos sudah menjadi platform penting bagi Tiongkok untuk meninjau dunia, bertukar pandangan, memaparkan usulan dan mengusahakan kesepahaman.

Tahun ini juga adalah genap 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Selama 70 tahun, Tiongkok telah mencapai keberhasilan besar dalam pembangunan dengan mendapat perhatian dunia. Tiongkok telah menjadi kekuatan utama untuk memelihara perdamaian dunia dan mendorong perkembangan bersama.

Banyak sahabat luar negeri bertanya, bagaimana Tiongkok mencapai perkembangan dan kemajuan yang begitu besar? Bagaimana Tiongkok yang berkembang hidup berdampingan dengan dunia? Jawabannya ialah, pertimbangan dari sudut-sudut sejarah, budaya dan filsafat adalah kuncinya.

Ditinjau dari sejarah dunia, bangsa Tionghoa selama berjalan di depan peradaban umat manusia, memberikan sumbangan yang berciri khas kepada perkembangan dan kemajuan umat manusia. Tiongkok dengan tegas menempuh jalan sosialisme yang berkepribadian, sementara menghormati jalan dan sistem yang dipilih sendiri oleh rakyat berbagai negara.

Bangsa Tionghoa menganut doktrin “membantu orang lain sesudah dirinya menjadi kuat, dunia milik umum”, “memperlakukan orang lain dengan hormat, bekerja sama dan menang bersama”, menentang “menghina orang lain dengan kekerasan dan menganggap dirinya yang terbesar”.

Keberhasilan selama 70 tahun bukanlah jatuh dari langit, lebih-lebih bukanlah dianugerahkan dari orang lain, tetapi dari perjuangan rakyat Tiongkok degan rajin, keringat, kecerdasan dan keberanian serta dari reformasi dan inovasi.

Wilayah seluas 9,6 juta lebih meter persegi dengan populasi sejumlah 1,4 miliar dan sejarah peradaban selama 5.000 tahun adalah keadaan negara Tiongkok yang paling pokok, dan juga merupakan sumber keyakinan atas jalan, teori, sistem dan budaya. Tiongkok yakin sepenuhnya untuk terus menyempurnakan dan mengembangkan sosialisme yang berkepribadian dalam reformasi dan keterbukaan.

Wang Qishan mengatakan, selama tahun-tahun terakhir ini, daya penggerak baru ekonomi dunia menjadi lemah, perkembangannya tidak seimbang serta masalah ketidakseimbangan pendapatan dan pembagian, tantangan baru dari teknologi baru, industri baru dan situasi baru menjadi semakin nyata, berbagai negara memang menjaga kepentingan pribadi dalam penyusunan kebijakan, pagar perdagangan dan investasi internasional menjadi semakin tinggi, unilateral global, proteksionisme dan populisme merambat secara berangsur-angsur, tata tertib multilateral internasional menghadapi tantangan serius.

Di bawah syarat ekonomi pasar, mengutamakan efisiensi dan keadilan selalu terdampak. Penyelesaian masalah yang timbul dalam proses globalisasi ekonomi harus menemukan sumbernya, ketidakseimbangan perkembangan perlu diselesaikan berdasarkan perkembangan. Negara seharusnya aktif melakukan reformasi strukturisasi, dengan baik menangani hubungan antara keadilan dan efisiensi, mengambil langkah-langkah efektif untuk menghindari ketidakseimbangan pendapatan dan pembagian, menanggapi dampak teknologi baru dan persaingan pasar kepada sebagian daerah dan sektor, agar rakyat dapat mendapat manfaat dalam perkembangan berkelanjutan.

Kini, sosialisme yang berciri khas Tiongkok sudah memasuki era baru. Masalah ketidakseimbangan perkembangan juga terdapat di Tiongkok. Mempertahankan perkembangan merupakan tugas utama, berupaya mendorong pembangunan ekonomi, politik, budaya, sosial dan peradaban ekologi, melangkah maju ke arah pembangunan masyarakat yang cukup sejahtera.

Tiongkok mempertahankan keterbukaan secara keseluruhan, mendorong kerja sama internasional “sabuk dan jalan”, membentuk ekonomi dunia yang terbuka dan berlapisan yang lebih tinggi, mempertahankan gagasan konsultasi bersama, pembangunan bersama dan pembagian bersama, menjalin hubungan internasional tipe baru yang saling menghormati, keadilan dan kesetaraan, kerja sama dan menang bersama. Tiongkok senantiasa berperan sebagai pembangun perdamaian dunia, penyumbang perkembangan global dan pemelihara tata tertib internasional.

Wang Qishan mengatakan, sidang tahunan Forum Ekonomi Dunia perlu menjaga garis merah keamanan umat manusia, secara bertahap menjajaki peraturan dan standar terkait, sementara meninggalkan ruang luas bagi penemuan ilmiah, promosi dan pemanfaatan.

Menghormati kedaulatan berbagai negara, tidak mengusahakan hegemoni teknik, tidak campur tangan dalam urusan negara lainnya, tidak mengusahakan, mentoleransi dan melindungi aktivitas teknik yang membahayakan keamanan negara lainnya.

Mempertahankan multilateralisme, agar seluruh umat manusia mendapat manfaat dari teknologi dan inovasi.

Memelihara kesetaraan dan keadilan sosial, mencegah teknologi baru menjadi cara penerapan terorisme dan jalur yang merugikan hak perorangan.

Memperbaiki lingkungan kebijakan, mendorong kemakmuran dan kestabilan masyarakat.

Wang Qishan akhirnya mengatakan, pepatah Swiss mengatakan, “obor dapat saling menyala”, dunia perlu saling menyala jalan di depan, maju dengan bergandengan tangan, berani mendaki puncak gunung dan bersama-sama menciptakan hari depan manusia yang lebih indah!


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok