Prancis dan Jerman Tandatangani Persetujuan Aachen

2019-01-23 15:33:02

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman  Angela Merkel kemarin (22/1) menandatangani Persetujuan Aachen, persetujuan persahabatan yang baru, kedua pihak setuju untuk meningkatkan status “negara poros” dalam proses pengintegrasian Eropa, dan terus menyelaraskan pendirian dan berpendirian sama mengenai sejumlah masalah kunci termasuk ekonomi, diplomatik, keamanan dan defensi.

Persetujuan Aachen dianggap sebagai pernyataan perang Prancis dan Jerman terhadap egoisme nasional dan kekuatan populisme yang semakin merajalela di Eropa. Namun apakah Prancis dan Jerman bisa sukses mendorong pikiran “pengintegrasian”, hal itu disebabkan 3 faktor.

Pertama, apakah ketetapan hati persetujuan itu adalah cukup kuat. Mengalami perubahan situasi domestik dan internasional selama 56 tahun, Prancis dan Jerman tetap bersikeras untuk mempertahankan persetujuan itu.

Kedua, apakah lingkungan besar menguntungkan implementasi persetujuan itu. Saat ini Persetujuan Aachen sedang menghadapi situasi yang lebih rumit. Misalnya, Inggris sedang mempertimbangkan mundur dari Euro, populisme semakin merajalela di negara-negara kecil Eropa, selain itu, AS juga melupakan negara sekutunya di Eropa. Namun sekarang, Prancis dan Jerman tidak begitu berpengaruh besar dari pada masa lalu. Maka kesemuanya itu telah mendatangkan ketidakpastian kepada implementasi Persetujuan Aachen.

Ketiga, apakah persetujuan itu menguntungkan proses pengintegrasian Eropa. Sebagai diketahui umum, inti reformasi Euro yang diinginkan Macron adalah membentuk anggaran belanja tunggal Uni Eropa dan persetujuan militer Eropa yang kuat. Namun hal-hal itu tidak dicerminkan dalam persetujuan Aachen.

Pemimpin Prancis dan Jerman berpendirian kuat untuk mendorong pengintegrasian Eropa. Namun Uni Eropa menjalankan sistem “surat mayoritas” untuk memutuskan hal-hal yang penting, yakni paling sedikit harus mendapat dukungan dari 16 negara, dengan populasinya melampaui 65%. Namun Prancis dan Jerman hanya mengambil 30% dalam populasi Uni Eropa, maka kedua negara harus mencari lebih banyak negara untuk bergabung dalam sekutunya.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok