Menlu AS Memulai Kunjungan ke Timur Tengah

2019-01-07 10:36:25

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo segera akan melakukan kunjungan ke delapan negara di kawasan Timur Tengah, dengan topik-topik yang akan diangkatnya meliputi krisis Suriah, situasi Yaman, antiterorisme dan ancaman Iran. Di sela-sela kunjungannya Mike Pompeo akan menyampaikan pidato tentang kebijakan AS mengenai Timur Tengah.

Analis berpendapat bahwa melalui perlawatan tersebut Pompeo akan berusaha menonjokan kehadiran atau eksistensi AS di kawasan Timur Tengah, menghapuskan kecemasan sekutunya tentang kebijakan AS mengenai kawasan ini. Sementara itu, Pompeo akan memanfaatkan kunjungannya kali ini untuk mempersatukan sekutu AS di kawasan ini untuk bersama-sama menghadapi “ancaman Iran”, atau membina “NATO versi Arab”.

Sebagai catatan, pada Desember tahun lalu, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengumumkan rencana penarikan tentara AS dari Suriah tanpa diadakannya komunikasi dengan sekutunya. Keputusan Trump tersebut sempat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran sekutunya terhadap pendirian antiterorisme dan kebijakan AS mengenai Timur Tengah.

Dalam briefing pers menjelang Keberangkatan Pompeo ke Timur Tengah, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa keputusan tentang penarikan tentara AS dari Suriah tidak akan berubah, namun saat ini belum ada jadwal konkret, dan aksi penarikan tentara akan dilakukan melalui koordinasi erat dengan sekutunya.

Pejabat tadi mengatakan, walaupun tersebar spekulasi bahkan banyak berita palsu, namun yang pasti ialah AS tidak akan meninggalkan Timur Tengah. Melalui kunjungannya kali ini, Pompeo akan menegaskan kembali komitmen AS untuk tidak menarik diri dari Timur Tengah, malah akan meningkatkan kerja sama dengan sekutu untuk menghadapi “ancaman Iran”.

Dilansir media AS, Pompeo akan menyampaikan pidato di Kairo, Mesir dengan judul “Komitmen AS tentang Perdamaian, Kemakmuran, Stabilitas dan Keamanan Timur Tengah”, alias paparan tentang kebijakan pemerintah Trump mengenai Timur Tengah.

Sebagai informasi, delapan negara yang akan dikunjungi Menlu AS, Mike Pompeo adalah Yordania, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Oman dan Kuwait, yang kebetulan negara-negara yang terlibat dalam “persekutuan strategis Timur Tengah” yang diupayakan AS saat ini. Jelaslah AS ingin membentuk “NATO versi Arab” untuk meningkatkan jalinan kerja sama dengan para sekutu Arab dengan tujuan bersama-sama menghadapi “ancaman Iran” dan memberantas terorisme serta ekstremisme.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok