Media Tanzania: Mentalitas Perang Dingin Sudah Ketinggalan Zaman

2018-12-26 11:05:16

Pemerintah AS belakangan ini meluncurkan strategi baru terhadap Afrika, Pembantu Presiden AS untuk urusan keamanan nasional John Bolton dalam pidatonya baru-baru ini menyebut strategi tersebut tetap akan menekankan “prioritas AS”, sementara berharap dengan strategi itu menanggapi daya pengaruh Tiongkok dan Rusia yang semakin meningkat di Afrika. Namun, setelah strategi AS yang mencoba meningkatkan hubungan dengan negara-negara Afrika diluncurkan telah memicu banyak suara keraguan. Media Tanzania menyatakan, strategi AS itu telah mengungkapkan mentalitas perang dingin yang sulit mendapat pengakuan negara-negara Afrika.

Menurut pidato Bolton, strategi baru itu akan dititikberatkan pada kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Afrika, menandatangani persetujuan ekonomi dan perdagangan bilateral yang lebih luas, menggunakan dana bantuan AS kepada Afrika, menetapkan “negara-negara prioritas” Afrika yang memperoleh bantuan serta terus memukul “Negara Islam” dan organisasi ekstremis di Afrika. Mengenai arah kerja sama yang diajukan oleh Bolton, komentator kenamaan Tanzania, Francis Semwaza menganggap pidato Bolton itu adalah kata-kata basi, negara-negara Afrika tak sempat membaca konsep kerja sama yang konkret.

Francis semwaza mengatakan, umum tidak menemukan isi baru dari apa yang disebut “strategi baru” untuk bekerja sama dengan Afrika, dan masalah yang paling kunci ialah strategi baru tidak menyinggung langkah konkret untuk meningkatkan kerja sama dengan Afrika dan membawa manfaat kepada Afrika. Bolton hanya mengemukakan target kerja sama pada tiga aspek.

John Bolton dalam pidatonya juga menyebut bahwa Tiongkok dan Rusia adalah pesaing utama AS di Afrika, tindakan Tiongkok dan Rusia telah merugikan kepentingan negara AS. Mengenai hal itu, Francis Semwaza menyatakan bahwa pernyataan itu seolah-olah menjadikan Afrika sebagai tawaran dalam persaingan dengan Tiongkok dan Rusia, semua pikiran dengan AS sebagai prioritas tidak mengekspresikan keinginan AS untuk bekerja sama dengan negara-negara Afrika dan ketulusan untuk merealisasi menang bersama.

Mengenai pidato Bolton tentang hubungan Tiongkok dan Afrika, penulis terkenal Tanzania, Makwaia Kuhenga menyatakan, persahabatan antara Tiongkok dan Tanzania sudah bersejarah lama, persahabatan itu tak dapat dirusak oleh kekuatan pihak ketiga.

Bantuan Tiongkok kepada Afrika bertujuan untuk merealisasi menang bersama, dalam proses tersebut tidak terdapat hubungan antara menindas dan ditindas, Tiongkok tidak mungkin memaksakan sesuatu kepada negara-negara Afrika, tidak seperti negara-negara Barat. Makwaia Kuhenga berpendapat, negara-negara Afrika seharusnya mempertahankan jalan perkembangan yang merdeka dan mandiri, satu-satunya penyebab untuk bekerja sama dengan Tiongkok ialah negara-negara Afrika sudah menyaksikan bahwa kerja sama Tiongkok dengan negara-negara berkembang adalah pragmatis tanpa disertai syarat politik apa pun. Negara-negara Afrika memiliki hak untuk bebas memilih mitra kera sama, satu hal yang tak mungkin terwujud apabila ada orang yang bersedia menyediakan bantuan kepada negara-negara Afrika dengan prasyarat harus mengesampingkan Tiongkok.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok