Kanada Harus Segera Bebaskan Meng Wanzhou

2018-12-12 11:11:27

Pengadilan Provinsi British Columbia, Kanada dalam sidang kesaksian ketiga mengambil keputusan untuk membebaskan Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Meng Wanzhou dengan syarat membayar 10 juta dolar Kanada sebagai uang jaminan.

Sejak lama sejumlah negara Barat selalu penuh permusuhan terhadap PT Huawei Tiongkok, mengklaim perusahaan ini berhubungan erat dengan pemerintah dan perintisnya adalah seorang veteran yang sebelumnya berdinas di jajaran militer. Justru karena itulah, Huawei menjadi perusahaan transnasional yang paling kerap diperiksa di luar negeri. Akan tetapi, negara mana pun belum menyediakan bukti apa pun tentang pelanggaran hukum oleh Huawei.

Praduga tanpa alasan itu memberi kesan bahwa Huawei adalah perusahaan yang transparan tanpa adanya rahasia. Sebaliknya pemeriksaan yang dilakukan negara-negara tertentu malah memperlihatkan kekhawatirannya terhadap perkembangan pesat Huawei.

Atas pertimbangan apa sehingga mereka begitu takut pada Huawei?

“Pokoknya di bidang telekomunikasi, Huawei selalu membelanjakan sebagian besar labanya untuk penelitian ilmiah untuk mengejar Barat. Perusahaan AS dan Eropa selalu menaruh perhatian pada imbalan kepada para pemegang sahamnya, dan lantas telah mengurangi belanja dari hasil labanya,” demikian ujar seorang jurnalis Australia. “Tiongkok sekarang secara besar-besaran meningkatkan belanja penelitian untuk menjamin biaya sistem telekomunikasinya terpelihara pada level terendah dan berkualitas terbaik di dunia,” demikian papar jurnalis tersebut.

Huawei sebagai distributor telekomunikasi terbesar di dunia berhubungan kerja sama dengan 45 dari 50 operator telekomunikasi utama di dunia, dengan gurita bisnisnya mencapai 170 negara dengan populasinya mencapai sepertiga dari populasi total dunia. Daya saing yang kuat dan kehadiran luas di dunia tersebut memang ditakuti pesaingnya, dan itulah sebabnya mengapa AS terus mengincar-incar Huawei dan terus mencari peluang untuk menghajarnya.

Latar belakang tersebut mustahil tidak diketahui oleh Kanada. Akan tetapi, pemerintah Ottawa justru memilih berkoordinasi dengan AS dan secara terang-terangan menahan warga negara Tiongkok tanpa mengindahkan hubungan Kanada-Tionkgok. Tingkah laku Kanada tersebut tentu saja akan menghadapi pembalasan kuat dari Tiongkok demi terjaganya hubungan Tiongkok-Kanada yang seimbang dan sistem internasional yang adil.

Menurut laporan media AS, penahanan Meng Wanzhou di Kanada berkaitan dengan perdagangan Huawei dengan Iran karena telah melanggar undang-undang domestik AS mengenai program nuklir Iran. Pengacara pidana Kanada, Christopher Black menyatakan, menurut Piagam PBB, hanya Dewan Keamanan yang berhak mengenakan sanksi ekonomi terhadap satu negara. Sanksi AS terhadap Iran telah melanggar hukum internasional. Oleh karena itu, menurut Christopher Black, Meng Wanzhou dan perusahaannya tidak melanggar hukum apa pun, dan Kanada menahan Meng juga tidak berdasar hukum.

Ini adalah pertama kali AS mengambil langkah hukum terhadap seorang petinggi perusahaan asing. Penahanan Meng oleh Kanda secara sembrono akan memicu serangkaian dampak negatif, salah satunya ialah para petinggi perusahaan transnasional akan merasa gugup atau khawatir apakah dirinya yang akan menjadi sasaran selanjutnya apabila pembajakan politik atas seorang individu menjadi kelaziman. Ternyata Kanada telah memberikan sumbangannya dalam merusak keamanan perdagangan global.

Di tengah sorotan internasional, pemerintah Kanada memilih alternatif “profesionalisme” untuk menghindari tanggung jawabnya, antara lain, mengklaim Kanada percaya pada “independen kehakiman” dalam hal penahanan terhadap Meng Wanzhou. Klaimnya tersebut adalah untuk menonjolkan kehormatannya pada “profesionalisme”.

Kanada di satu pihak berusaha memperoleh manfaat dari pasar Tiongkok, di pihak lain malah berperan sebagai antek negara lain sehingga telah merusak citranya, tindakannya itu ibarat mentolerir proteksionisme dan unilateralisme yang semakin marak di dunia internasional.

Pemerintah Kanada harus menyadari bahwa peristiwa kali ini tidak akan padam dengan alasan “independen kehakiman”. Apabila Kanada bersikeras menantang hak dan kepentingan sah warga negara Tiongkok, maka ia harus siap menghadapi “akibat serius”.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok