Presiden Perancis Tanggapi Permintaan Demonstran Rompi Kuning

2018-12-12 11:07:26

Presiden Perancis Emmanuel Macron Senin malam (10/12) memberi pidato televisi sebagai tanggapan terhadap permintaan para demonstran Rompi Kuning yang sudah berlangsung sekian lama. Dalam pidatonya Macron mengakui negara “sudah memasuki kondisi darurat ekonomi dan sosial”. Ia memberikan tiga komitmen untuk menghadapi keadaan tersebut.

Pertama, ia memahami kesengsaraan yang diderita masyarakat, dan mengakui adanya bagian yang rasional dalam permintaan para pengunjuk rasa. Untuk itu, ia mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 100 Euro dan pemotongan pajak yang akan diberlakukan mulai Januari tahun depan. Sementara itu, Macron menyerukan kepada perusahaan untuk membayar bonus kepada para pekerja pada penghujung tahun.

Kedua, Macron menandaskan bahwa tindak kekerasan harus dikecam dan dihukum. Ia berjanji bahwa para penghasut kekerasan pasti akan dipidanakan dalam upaya pemulihan ketenteraman sosial dan ketertiban Republik.

Ketiga, Macron dalam pidatonya memaparkan bahwa masalah-masalah sosial saat ini kebanyakannya adalah sisa masalah yang tinggalkan otoritas yang memerintah pada 40 tahun yang lalu. Ia mengakui dirinya harus bertanggung jawab walau hanya berkuasa selama satu tahun dan telah memberikan upaya sekuat tenaga. Macron berjanji akan terus melakukan dialog dan komunikasi dengan berbagai kalangan seputar masalah reformasi dalam rangka mendongkrak perbaikan kesejahteraan rakyat.

Para demonstran gerakan Rompi Kuning terutama berasal dari pedesaan dan kota-kota kecil Perancis. Walaupun hanya bersifat organisasi yang terbentuk secara spontan, namun pengaruhnya terus meningkat dan telah melancarkan empat putaran demonstrasi. Pada awalnya para demonstran Rompi Kuning hanya berunjuk rasa menentang kebijakan konkret yang diberlakukan pemerintah, namun seiring dengan meningkatnya unjuk rasa, para demonstran mulai mengalihkan tuduhannya pada semua kekurangan pemerintah Macron, bahkan menuntut Macron segera meletakkan jabatannya. Ada berita yang mengatakan bahwa massa Rompi Kuning masih berencana melancarkan demonstrasi putaran kelima untuk terus memberikan tekanan kepada pemerintah.

Terdorong gerakan Rompi Kuning, kini serikat buruh, guru, bahkan otoritas daerah dan siswa berturut-turut mengajukan permintaannya kepada pemerintah Macron. Kesempatan ini juga dimanfaatkan partai-partai oposisi untuk memberikan tekanan kepada pemerintah. Ternyata beberapa komitmen yang dilontarkan Macron dalam pidatonya masih sulit untuk memenuhi semua permintaan masyarakat yang luas. Misalnya Macron mengatakan bahwa akan terus memberlakukan pajak orang kaya yang lama, dan hal ini dikritik sebagai tidak bermanfaat untuk menghapuskan kesenjangan antara kelompok yang miskin dengan yang kaya.

Opini umum Prancis menunjukkan, Macron menyampaikan pidato televisi justru untuk menstabilkan situasi saat ini agar bisa melanjutkan pemerintahan lima tahunnya yang belum jatuh tempo. Akan tetapi, ia menimpakan kemarahan para demonstran kepada bekas pemerintahan dengan maksud menghindari tanggung jawabnya. Ternyata Macron gagal melakukan introspeksi yang sungguh-sungguh atas kekeliruannya diri sendiri. Harus diakui bahwa reformasi yang dilakukan Macron tidak mendapat pemahaman yang luas dari masyarakat. Sikapnya yang suka menghajar dan sombong itu malah mengundang kemarahan masyarakat, dan itulah sebabnya tingkat popularitasnya terus menurun sejak musim panas tahun ini.

Walaupun gerakan sosial kali ini tidak akan terus berlanjut, namun yang pasti ialah kewibawaan Macron dan daya pengaruhnya sudah dirugikan sehingga pemerintahannya pada masa depan akan mengalami jalan yang berliku-liku, bahkan akan menghadapi tantangan berat dari sejumlah partai oposisi ultra kanan dalam pemilihan legislatif Eropa tahun depan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok