OPEC Akan Kurangi Produksi Minyak

2018-12-11 10:42:20

Dalam KTT Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) Plus belakangan ini, OPEC dengan negara non OPEC mencapai persetujuan, memutuskan untuk mengurangi 1,2 juta barel per hari dengan batas waktu selama 6 bulan, di antaranya 2 pertiga kuota pengurngan dipikul oleh OPEC, yang lainnya dipikul oleh 10 negara non OPEC, termasuk Rusia. Jika persetujuan diterapkan, akan menguntungkan keseimbangan kebutuhan dan permintaan pasar minyak mentah.

Pada hal, satu tujuan lain dicapainya pesetujuan pengurangan minyak ialah menyeimbangkan dampak Qatar yang mengundurkan diri dari OPEC. Beberapa hari sebelum KTT OPEC Plus digelar, Menteri Sumber Daya Qatar, Saad Al Kaabi tiba-tiba mengumumkan, Qatar akan mundur dari OPEC dari 1 Januari 2019, dan memusatkan tenaga pada produksi dan penjualan gas alam, produksi minyak Qatar akan bebas dari Persetujuan Pengurangan Produksi Minyak OPEC.

Untuk pertama kalinya ada negara yang mundur sejak OPEC sejak dibentuk, sehingga perjuangan intern organisasi menjadi semakin rumit. Walaupun jumlah produksi Qatar tidak tinggi dalam OPEC, namun kemampuan produksi dan cadangan gas alam Qatar mempunyai daya pengaruh besar bagi pasar minyak dan gas internasional.

Menurut pernyataan Qatar, mundur dari OPEC adalah tindakan strategis untuk meningkatkan kedudukan internasional Qatar dalam jangka panjang, tidak bertolak dari pertimbangan politik apapun. Akan tetapi, mengingat peristiwa pemutusan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi pada Juni tahun lalu dan embargo kepadanya, tindakan ini mungkin adalah balasan terhadap Arab Saudi.

Sejak Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman berkuasa, terutama seusai peristitwa pemutusan hubungan diplomatik, Qatar semakin menjauhkan diri dengan Arab Saudi, dan menyusun kembali kebijakan luar negerinya. Bebas dari pengontrolan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dan mendekati Turky, mewujudkan kerujukan dengan Iran, memelihara kemitraan dengan Aman dan Kuwait, hal itu berangsur-angsur menjadi pilihan strategis baru Qatar, di bawah pertimbangaan tersebut, Qatar mundur dari OPEC yang dikepalai oleh Arab Saudi boleh dikatakan adalah hasil wajar.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok