Perdamaian Dunia Terancam Jika AS Benar-benar Keluar dari INF

2018-10-24 16:41:41

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Penasehat Keamanan Nasional AS, John Robert Bolton bertemu di Moskow, Rusia pada hari Selasa 23 Oktober. Pertemuan antara Putin dan Bolton berlangsung setelah Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan keluar dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty. Dalam pertemuan tersebut, Putin mengkritik tuduhan AS yang menuding Rusia gagal menaati perjanjian nuklir INF, sedangkan Bolton menyatakan bahwa dia berkunjung ke Rusia tanpa adanya ranting pohon zaitun. Kedua pihak gagal mencapai kesepahaman mengenai perjanjian nuklir INF dalam pertemuan selama 90 menit.

Mengapa AS ingin mengundurkan diri dari perjanjian INF? Ternyata AS berbuat demikian untuk melaksanakan strategi “America First”.

Pertama, membangkitkan kembali tentara dan mengembangkan senjata adalah salah satu tujuan utama bagi AS. Dalam kampanye pemilihan presiden, Donald Trump menyatakan bahwa begitu dia terpilih sebagai Presiden AS, maka ia akan secara besar-besaran mengembangkan kekuatan militer AS, termasuk teknologi peluru kendali yang paling canggih.

Kedua, dengan melepaskan diri dari pembatasan sejumlah perjanjian, AS akan mampu meningkatkan lebih lanjut manufaktur persenjataan domestik. Industri militer termasuk manufaktur dasar. Sejak Trump terpilih sebagai Presiden, pemerintah AS telah meningkatkan anggaran belanja militer untuk menstimulasi kemakmuran industri militer. Sementara itu, AS terus menerus menerobos pembatasan terhadap produksi persenjataan, baik peraturan internasional maupun peraturan dalam negeri.

Tentu saja, Trump mengambil keputusan untuk keluar dari perjanjian INF masih memiliki dua tujuan lainnya, yakni pertama, mengalihkan fokus perhatian masyarakat terhadap peristiwa pembunuhan jurnalis Jamal Kashoggi. Kedua, memperoleh dukungan pengusaha senjata serta kekuatan golongan sayap elang dan konservatif. Dalam penjelasannya tentang keluarnya AS dari INF, Trump belum lupa menghitam-kambingkan Tiongkok untuk memperoleh lebih banyak dukungan dari para pemilih di dalam negeri.

Pada hal, perjanjian INF adalah perjanjian bilateral yang dicapai antara AS dan bekas Uni Sovyet, tidak berhubungan dengan Tiongkok, yang merupakan anggota Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Justru AS yang terus-menerus menembus bottomline dalam masalah persenjataan, sehingga telah mendatangkan terpaan serius terhadap sistem pengendalian persenjataan dan non-proliferasi senjata nuklir internasional, bahkan telah mendatangkan tiga krisis yang mengancam perdamaian dunia.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok