Ahli AS Sebut Kebijakan Membendung Tiongkok Kurang Bijaksana

2018-10-17 09:35:52

Mingguan Bloomberg Businessweek AS dalam sebuah artikelnya memfitnah Tiongkok menanam sebuah chip mungil ke produk-produk yang dihasilkan lebih dari 30 perusahaan AS dengan tujuan memperoleh informasi rahasia. Laporan tersebut segera dibantah oleh perusahaan-perusahaan terkait, termasuk Apple, Amazon dan Supermicro. Mereka menyatakan di produknya tidak ditemukan chip dari luar, dan juga tak pernah melaporkan hal serupa kepada pemerintah AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam sebuah pernyataannya mengatakan tidak ada alasan untuk meragukan penyangkalan perusahaan-perusahaan tersebut.

Pada hari yang sama di mana Bloomberg News meluncurkan laporan fitnahan tersebut, Dr. Robert Kuhn, seorang ahli masalah internasional yang terkenal di AS kebetulan diundang sebagai tamu dalam sebuah acara siaran langsung stasiun televisi Bloomberg. Ketika diminta keterangan tentang apa yang disebut “chip mata-mata Tiongkok”, Kuhn menunjukkan bahwa negara mana pun tidak berani menanam chip dengan malware ke dalam komputer perusahaan negara lain, karena begitu ditemukan, maka seluruh rantai suplai negara penanam chip tersebut akan dirugikan, ternyata tidak ada orang yang mau melakukan hal yang merugikan diri sendir.

Kuhn menyatakan, peristiwa “chip mata-mata” bukanlah masalah serius, akan tetapi ada orang yang ingin menggunakan peristiwa itu untuk mendukung pemerintah AS menyusun kebijakan baru untuk membendung Tiongkok, dan inilah hal yang buruk.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok