Tinjau Kembali Sebuah Komentar Thomas Friedman 10 Tahun Yang Lalu

2018-10-16 16:01:37

  

   Wakil Presiden AS Mike Pence baru-baru ini menyampaikan sebuah pidato yang mengadakan berbagai tuduhan yang tak beralasan terhadap kebijakan dalam dan luar negeri Tiongkok. Ini mengingatkan umum sebuah komentar yang dikemukakan Thomas Friedman, seorang pengarang AS, dalam harian New York Times 10 tahun yang lalu.

Friedman menulis komentar tersebut dengan rasa terharu setelah duduk di lapangan upacara penutupan Olimpiade Beijing dan menyaksikan pertunjukan luarbiasa yang diperlihat para seniman Tiongkok kepada dunia. Ia mencatat, Beijing pada bulan Juli 2001 meperoleh hak penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas ke-29. Sekitar dua bulan kemudian, AS mengalami serangan teroris September 11. Sejak itu, kedua negara menempuh dua jalan yang sama sekali berbeda.

Kini, 10 tahun sudah berlalu. Ketika Tiongkok maju cepat di jalan reformasi dan keterbuka serta pembangunan komunitas senasib manusia dengan berkonsultasi bersama, membangun bersama dan berbagi bersama dengan berbagai negara dunia, AS tetap menempuh jalan perusakan.

 Dalam beberapa tahun yang lalu, pemerintah Obama meski mengumumkan penghentikan dua perang yang ditimbulkan AS di Afganistan dan Irak, tapi AS mengadakan campur tangan lagi di Suriah dan Libya, malah mengerahkan 60 persen kapal perangnya ke Samudera Pasifik sehingga Samudera Pasifik serentak menjadi goncang.

 Trump yang berhasil menjadi tuan rumah Gedung Putih dengan semboyan “Make America Great Again” lebih-lebih tak menghiraukan nasib dan kesejahteraan bersama manusia. Dalam waktu sekitar satu tahun, AS berturut-turut mundur dari serangkaian persetujuan internasional dan lembaga PBB antara lain TPP, Persetujuan Iklim Paris, UNESCO, Dewan HAM PBB dan Persetujuan Menyeluruh Masalah Nuklir Iran.

Akan tetapi, Presiden Trump tetap bertindak dengan semaunya. Beberapa hari yang lalu, ia dalam wawancara dengan Stasion Televisi Fox AS menuduh orang Tiongkok tiap tahun melarikan 500 miliar dolar dari AS dan menyatakan bahwa AS telah membangun Tiongkok. Ia bahkan mengeluh bahwa kelamaan kehidupan orang Tiongkok. Masa AS belum memperoleh produk buatan Tiongkok senilai 500 miliar dalam perdagangan AS-Tiongkok ?!  Mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell mengatakan, pembangunan Tiongkok telah mendatangkan banyak manfaat kepada AS dan produk Tiongkok yang bermutu tapi murah harganya telah memenuhi kebutuhan rakyat AS.

 Sewajarnya, pemimpin AS juga merasa tidak senang terhadap sejumlah keadaan di Tiongkok. Misalnya, dibandingkan 10 tahun yang lalu, perkembangan Tiongkok menjadi lebih pesat. Populasi miskin Tiongkok berkurang dari sekitar 200 juta orang pada tahun 2008 sampai sekitar 30 juta pada tahun 2017, dan pemerintah Tiongkok bersumpah akan menanggulangi secara menyeluruh kemiskinan di seluruh negeri dalam waktu 3 tahun yaitu pada tahun 2020. Sedangkan menurut laporan tahunan Fed pada bulan Mei lalu, 40 persen respenden menyatakan bahwa mereka sulit mengeluarkan uang darurat sejumlah 400 dolar Amerika dan harus mengumpulkan uang itu dengan pinjaman atau menjual hartanya.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok