AS Berikan “Pil Racun” kepada Dunia

2018-10-15 16:07:49

Pada bulan Juli lalu, Kementerian Perdagangan Kanada diganti nama menjadi Kementerian Internasional multilateral, dengan tujuan untuk mendorong hubungan perdagangan dengan lebih banyak negara dan tidak hanya mengandalkan pada AS, salah satu pasar yang ditargetkan Kanada  adalah pasar Tiongkok.

Akan tetapi,  AS dan Kanada baru-baru ini mencapai persetujuan yang disebut Persetujuan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) membuat Kanada lebih-lebih mengandalkan pada pasar AS, dengan persetujuan itu, Kanada bahkan kehilangan kebebasannya untuk melakukan perundingan perdagangan dengan negara lain. Menurut fasal ke-32 USMCA, kalau peserta USMCA  menandatangani persetujuan perdagangan bebas dengan “negara bukan ekonomi pasar”, peserta lain USMCA berhak mengundurkan diri dari persetujuan USMCA dalam kurun waktu 6 bulan. Ketentuan itu dianggap umum berfungsi untuk mengekang Tiongkok. Harian Financial Time Inggris melaporkan, pada hakikatnya, banyak fasal-fasal dalam persetujuan USMCA justru berfungsi untuk mengekang Tiongkok.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyebut fasal ke-32 USMCA adalah “fasal pil racun”. Menurut rencana AS, selanjutnya fasal serupa juga akan dicantumkan dalam persetujuan perdagangan AS dengan Jepang, Uni Eropa atau Inggris yang telah mundur dari Euro. Namun apakah tujuan AS itu bakal tercapai? Apakah bisa membentuk satu sistem perdagangan eksklusif  yang mengisolasikan Tiongkok?

Pertama, persetujuan USMCA tersebut tidak bebas pun tidak adil. Karena kedaulatan dan kebebasan Kanada dan Meksiko terganggu oleh USMCA.

Untuk itu Ketua KADIN Kanada mengatakan, Kanada harus mengingatkan pelajaran ini, yakin Kanada tidak boleh secara keterlaluan mengandalkan satu negara, Kanada harus membuka pasar yang multilateral.

Dalam pertemuan dengan Anggota Dewan Negara Tiongkok yang juga Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyatakan, pihaknya akan secara mandiri melakukan perundingan persetujuan perdagangan bebas dengan negara lain dan menentang proteksionisme perdagangan.

Kedua, apakah mitra dagang lain akan menerima “fasal pil racun” AS? Ini adalah hal sangat memusingkan bagi Jepang, karena saat ini AS telah memberi tekanan kepada Jepang.

Sedangkan Uni Eropa juga tidak akan menelan “pil racun” tersebut tidak mau menghilangkan kedaulatan dan kemerdekaan sendiri. Uni Eropa juga tidak mau mencapai “persetujuan setan” dengan AS.

Ketiga, Tiongkok sedang menjalankan transformasi pertumbuhan ekonomi, giat meningkatkan mutu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan level konsumsi rakyat. Diperkirakan pasar konsumsi Tiongkok akan sama besar dengan AS pada tahun ini, sementara itu Tiongkok adalah juga mitra dagang terbesar bagi 120 negara dan daerah di dunia.

Makanya di dunia ini tiada negara mana yang rela menghilangkan kesempatan perdagangan dengan Tiongkok.

Tiongkok menganjurkan dan melaksanakan prinsip “menang bersama dan saling menguntungkan”, sedangkan AS mengembangkan “Amerika First”.  Di bidang hubungan bilateral, AS mungkin bisa memaksakan negara lain, namun AS tidak bisa menganggu alternatif dagang dan diplomatik negara lain yang adil, rasional dan normal.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok