Kemitraan Strategis Tipe Baru Tiongkok-Afrika Meningkat

2018-09-04 11:45:45

Upacara pembukaan KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika 2018 diadakan kemarin (3/9) sore di Balai Agung Rakyat Beijing. KTT mengambil tema “kerja sama dan menang bersama, membentuk komunitas senasib Tiongkok dan Afrika yang lebih akrab”. Para pemimpin negara Afrika dan penanggung jawab organisasi internasional menyatakan, kemitraan strategis tipe baru antara Tiongkok dan Afrika kian mendalam, jalan kerja sama yang bersahabat kian melebar.

Sejak berdirinya ada tahun 2000, Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika telah menjadi panji kerja sama internasional dengan Afrika dan kerja sama Selatan-Selatan. Dalam KTT Johannesburg Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika pada tahun 2015, hubungan antara Tiongkok dan Afrika telah ditingkatkan menjadi kemitraan strategis keseluruhan, pihak Tiongkok mengemukakan “Sepuluh Program Kerja Sama”. Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa dalam pidatonya di depan upacara pembukaan kemarin mengatakan, kini “Sepuluh Program Kerja Sama” sudah diterapkan sepenuhnya, hasil-hasil yang dicapai KTT telah membawa kesejahteraan nyata kepada rakyat setempat.

Presiden Ramaphosa mengatakan, program kerja sama industrialisasi Tiongkok-Afrika telah mendorong perkembangan industri di berbagai daerah di benua Afrika, bermanfaat bagi transformasi ekonomi. Program kerja sama modernisasi pertanian telah meningkatkan produktivitas pertanian Afrika, sedangkan program kerja sama infrastruktur telah mengintensifkan interkoneksi dan integrasi Afrika. Program-program tersebut juga membantu Afrika untuk mewujudkan perlindungan lingkungan, perkembangan berkelanjutan, sistem pengobatan yang lebih sempurna serta perdamaian dan keamanan regional.

Di bawah bimbingan gagasan “ketulusan” terhadap Afrika dan pandangan kepentingan yang tepat, khususnya di bawah dorongan prinsip “konsultasi bersama, pembangunan bersama dan pembagian bersama” yang ditetapkan dalam inisiatif “satu sabuk satu jalan”, kemitraan strategis tipe baru antara Tiongkok dan Afrika kian mendalam, jalan kerja sama dan jalan persahabatan kian melebar. Presiden Rwanda Paul Kagame selaku ketua bergilir Uni Afrika menyatakan, negara-negara Afrika sedang aktif berpartisipasi dalam pembangunan “sabuk dan jalan”, agar kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Afrika menjadi lebih berkualitas dan efektif.

Sekretaris Jenderal PBB sebagai tamu khusus KTT, Antonio Guterres menyatakan, selama tahun-tahun terakhir ini, Tiongkok telah mencapai keberhasilan dalam pembangunan, sekaligus membagikan manfaatnya melalui inisiatif “sabuk dan jalan”. Sementara itu, Afrika juga telah mencapai kemajuan besar, sejumlah negara Afrika telah menjadi komunitas ekonomi yang penuh vitalitas. Guterres mengatakan bahwa dia menilai tinggi kerja sama yang berdasarkan pada Piagam PBB, karena hal itu dapat membagikan manfaat kepada Tiongkok dan Afrika, bahkan kepada rakyat masyarakat internasional.

Perkembangan hubungan antara Tiongkok dan Afrika akan berlangsung terus. Ketua Dewan Uni Afrika, Moussa Faki mengatakan, kerja sama antara Tiongkok dan Afrika mempunyai arti penting untuk memelihara sistem multilateral dan perdagangan bebas, menyempurnakan sistem pembenahan politik dan ekonomi global, menjalin hubungan internasional tipe baru dan membentuk komunitas senasib manusia.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok