RDP mengenai Pengenaan Tarif Tambahan terhadap Produk Tiongkok Yang Diekspor ke AS Digelar

2018-08-30 12:10:13

Kalau percaya bahwa pengenaan tarif tambahan terhadap alat penyiangan akan membantu industri manufaktur atau penambahan kesempatan kerja di AS, itu sama dengan percaya bahwa anda mengundurkan mobil untuk menyelamatkan anjing kecil yang baru saja digiling mobil anda. Demikian kata Dirjen Perusahaan Mesin Pemotong Rumput AS Micheal Kersey di depan rapat dengar pendapat pemerintah AS mengenai pengenaan tarif ekstra terhadap produk Tiongkok senilai 200 miliar dolar yang diekspor ke AS.

Pada tanggal 20 hingga 27 bulan ini, Kantor Perwakilan Perdagangan AS berdasarkan apa yang disebut hasil penyelidikan 301 mengadakan rapat dengar pendapat mengenai pengenaan tarif tambahan terhadap produk Tiongkok yang diekspor ke AS. Kesaksian Micheal Kersey mewakili suara hati mayoritas mutlak peserta, mereka menghimbau pemerintah dengan berhati-hati mengambil keputusan dan mempertimbangkan sepenuhnya kepentingan kaum konsumen dan perusahaan AS. Bagi orang-orang yang memperhatikan pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan bebas, dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung selama beberapa hari itu terasa rasa pesimis yang berat.

Pertama, acara tanya-jawab dalam rapat dengar pendapat terus terjerat oleh apakah langkah pengenaan tarif tambahan itu dapat mengubah rantai pensuplaian itu sama sekali tiada artinya.

Kedua, AS sebagai sponsor utama WTO pernah berkomitmen untuk menggunakan fasal 301 secara menahan diri, tapi kini mengambil langkah pembatasan perdagangan unilateral berdasarkan undang-undang domestik sambil mencela langkah balasan Tiongkok terhadap produk AS senilai 50 miliar dolar itu adalah tidak sah, sementara mengancam akan mengenakan tarif ekstra terhadap produk Tiongkok senilai 200 miliar dolar yang diekspor ke AS.

 Padahal, berdasarkan GATT 1994, sesudah AS terlebih dulu melanggar peraturan WTO dan dengna tidak manaati mekansime penyelesaian persengketaan mengambil langkah unilateral untuk mengenakan tarif terhadap produk Tiongkok, Tiongkok boleh mengambil langkah balasan yang sah dan asil. Ternyata, tidak kuat alasan pihak AS yang mengancam mengenakan tarif tambahan terhadap produk Tiongkok senilai 200 miliar dolar yang diekspor ke AS dan itu juga mengecewakan orang-orang yang mengenal peraturan WTO.

  Kini, rapat dengar pendapat terkait Kantor Perwakilan Perdagangan AS sudah berakhir. Ini merupakan prosedur rutin sebelum pengenaan tarif tambahan oleh pemerintah AS, dan tidak dapat mengubah keputusan pemerintah AS. Diketahui umum, dalam dua kali rapat dengar pendapat mengenai pengenaan tarif tambahan terhadap produk Tiongkok senilai 50 miliar dolar sebelumnya, meski suara menentang unggul mutlak, tapi pemerintah AS tetap bersikeras mempertahankan keputusan pengenaan tarif tambahan. Kalau AS kali ini tetap ingin mengambil cara “menyelamatkan anjing kecil dengan mengundurkan mobil” dan terus mengenakan tarif tambahan, yang mereka membawa kepada perusahaan dan konsumen AS tak saja kekecewaan, malah putus asa.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok