Kalangan Ekonomi Jerman dengan Teguh Menentang Proteksionisme Perdagangan

2018-08-13 11:24:22

Seiring dengan pemerintah AS mengumumkan akan menaikkan tarif pada komoditas Tiongkok senilai US miliar sejak 23 Agustus mendatang, kecenderungan perang dagang di antara Tiongkok dan AS memanas lebih lanjut. Mengenai hal tersebut, kalangan ekonomi Jerman menyatakan akan terus memprihatin perkembangan situasi, dan dengan teguh menentang proteksionisme dalam segala bentuk.

Direktur Badan Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Jerman (GTAI) Dr. Jurgen Friedrich berpendapat, Tiongkok dan Jerman sebagai dua negara ekonomi dan dagang penting di dunia, juga adalah negara besar investasi, seharusnya bergandengan tangan untuk menanggapi tantangan global, bersama-sama memelihara mekanisme perdagangan multilateral, mendukung pasar terbuka dan perdagangan bebas, menambah saling terbuka dan saling investasi.

Koordinator Grup Schaeffler Jerman untuk Urusan Kawasan Asia-Pasifik, Brehm Bernhard menyatakan, perusahaannya akan menentukan dan mencegah dampak negatif yang mungkin terjadi pada bisnisnya sendiri menurut pengembangan terbaru perang dagang Tiongkok-AS tepat pada waktunya.

CEO Air Liquide Global E&C Solutions Jerman GmbH, Helmut Maschke mengatakan, ‘sejarah telah membuktikan, bahwa proteksionisme adalah jalan mati. Ingin memperbaiki keadaan negaranya dengan menggunakan proteksionisme senantiasa adalah impian yang kosong. Sebaliknya, hanya terbuka dan perdagangan bebas serta komunikasi baru akan mendatangkan hasil yang positif.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok