60 Persen PDB AS, Garis Merah AS Kepada Pesaingnya

2018-08-11 15:01:17

Pekan ini, Amerika dan Tiongkok berturut-turut mengumumkan daftar komoditas sebesar 16 miliar dolar AS yang tarif masuknya akan naik 25%, yang akan dilakukan mulai dari tanggal 23 bulan ini.

Kebijakan tarif Amerika tersebut tampaknya seperti untuk menyelesaikan “perdagangan kurang adil” antara Amerika dan Tiongkok dengan mempertimbangkan kepentingan politik dalam negeri Amerika, pada hakikatnya memperlihatkan tujuan strategis AS yang lebih mendalam dalam jangka panjang, yaitu Amerika harus mengekang lawannya yang berkembang pesat, agar menjaga hegemoni dolar Amerika, mendominasi peraturan multilateral dan memperoleh keuntungan ekonomi semaksimalnya.

Pada abad lalu, Amerika pernah dua kali khawatir didahului pesaingnya. Kali pertama, PDB Uni Soviet pernah melampaui 60 persen PDB Amerika, maka dikekang oleh Amerika. Sementara itu, Uni Soviet melakukan kesalahan fatal sehingga disintegrasi. Kali kedua, PDB Jepang pernah melampaui 60 persen PDB AS, sehingga menimbulkan kewaspadaan Amerika. Amerika memaksa Jepang menandatangani “Persetujuan Plaza (Plaza Accord)” sehingga Yen Jepang mengalami apresiasi. Ditambah kesalahan pemerintah Jepang yang menjalankan kebijakan moneter dan fiskal longgar, dana dalam jumlah besar mengalir ke pasar saham dan real estate. Setelah gelembungnya pecah, Jepang mengalami “Dua Dekade yang Hilang”.

Makanya, 60 persen PDB merupakan sebuah garis merah, yang dibuat AS kepada pesaingnya, siapa melewati garis itu akan dikekang keras oleh Amerika.

Akan tetapi, Tiongkok hari ini berbeda dengan Jepang yang lalu. Pertama, Tiongkok memiliki pasar konsumsi domestik yang besar dan platform kerja sama tipe baru, termasuk Satu Sabuk Satu Jalan yang berdasarkan prinsip “dibahas bersama, dibangun bersama dan dinikmati bersama”. Kedua, Tiongkok memiliki sistem politik stabil dan strategi pembangunan jangka panjang. Ketiga, Tiongkok memiliki sistem industri yang paling besar skalanya dan paling lengkap sektornya di seluruh dunia, telah menjadi simpul utama dalam rantai industri dan rantai suplai global. Partisipasi Tiongkok dalam rantai nilai global yang mendalam itu akan meningkatkan dampak negatif kebijakan tarif masuk Amerika terhadap diri sendirinya.

Tiongkok dan Jepang pernah dikekang Amerika pada titik waktu dan dengan modus yang mirip, akan tetapi nasib Tiongkok pasti akan berbeda dengan Jepang.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok