Waspada “Lubang Gelap AS” Kembali Menelan Pertumbuhan Ekonomi Global

2018-08-10 14:41:00

Pada tanggal 8 Mei tahun ini, Washington mengumumkan untuk mundur dari persetujuan komprehensif masalah nuklir Iran yang disepakati pada tahun 2015. Aksi pengunduran tersebut membawa dampak gelombang pertama pada tanggal 7 Agustus pukul 0:01 waktu bagian timur AS, yaitu memulihkan sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran, meliputi industri otomotif, penerbangan, emas dan transaksi logam utama lainnya. Pemerintah AS mengancam bahwa siapa pun yang melanjutkan bisnis dengan Iran, maka dialah tak ada bisnis dengan AS. Dua group otomotif Prancis, Groupe PSA dan Renault terdampak karenanya, Groupe PSA pada tahun lalu telah menjual 445 ribu mobil di Iran, dan kini terpaksa menghentikan untuk sementara bisnisnya dengan Iran, sedangkan Renault bertindak lebih awal dengan mengurangi bisnisnya dengan Iran, sehingga volume penjualan di Iran pada paro pertama menurun lebih dari 10%.

Sejak berkuasa, pemerintahan AS sekarang menerapkan sejumlah kebijakan, bagaikan sebuah “lubang gelap” dalam kosmos, dalam dunia gelap gulita ini, “lubang gelap” itu kembali menelan titik-titik cerah dalam pertumbuhan ekonomi global dengan gravitasi. Mengundurkan diri dari persetujuan nuklir Iran dan memulihkan sanksi ekonomi terhadap Iran justru adalah salah satu titik cerah di antaranya.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok