Negara-Negara BRICS Membela Sistem Perdagangan Multilateral

2018-07-26 11:03:56

Pertemuan ke-10 pemimpin negara-negara BRICS selama tiga hari kemarin (25/7) diadakan di Johennesburg, Afrika Selatan. Reuter dalam laporan analisanya menunjukkan, nilai total produk domestik bruto (PDB) dari lima negara BRICS sudah melampaui US$ 17 triliun, jauh lebih tinggi dari pada Uni Eropa (UE). Para pemimpin negara BRICS diperkirakan akan berpadu membela multilateral karena aksi bea masuk yang diterapkan Donald Trump mungkin akan memicu perang dagang global. Keguncangan situasi perdagangan global mungkin menginjeksi vitalitas kepada organisasi tersebut.

Dalam menghadapi peluang dan tantangan ekonomi digital pada revolusi industri keempat, sementara pada saat menghadapi bentrokan perdagangan yang dipicu oleh AS, inilah pilihan bersama negara-negara BRICS.

Para pemimpin negara BRICS dalam pidatonya masing-masing di Forum Industri dan Perdagangan kemarin menyatakan akan memanfaatkan peluang revolusi industri keempat, meningkatkan perdagangan dan investasi di dalam BRICS, mendorong perdagangan bebas di benua Afrika, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan, negara-negara BRICS perlu mempertahankan ekonomi dunia yang terbuka, dengan tegas menentang unilateralisme dan proteksionisme, mendorong liberalisasi dan kemudahan perdagangan dan investasi, mendorong globalisasi ekonomi ke arah yang lebih terbuka, toleransi, sejahtera setara, seimbang dan menang bersama.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok