Faktanya Hanya Ada Satu Dalam Perdagangan Tiongkok-AS

2018-07-13 10:39:03

Orang yang cermat mungkin sudah mencatat, untuk memberi alasan kepada perang dagang dengan Tiongkok, selama beberapa bulan yang lalu, AS tak henti-hentinya melontarkan laporan penyelidikan 301 dan menjadikannya sebagai bukti untuk berperang dengan Tiongkok. Pada tanggal 10 Juli, Kantor Perwakilan Perdagangan AS meluncurkan “Pernyataan Tentang Penyelidikan 301”, sekali lagi memfitnah pihak Tiongkok yang “menerapkan ketidakadilan dan mendapat keuntungan” dalam kontak ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Akan tetapi, kebohongan yang diulangi ribuan kali tak dapat menutupi keadaan sebenarnya.

Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam pernyataannya pada tanggal 12 menjernihkan dan membantah tuduhan pihak AS dalam laporan penyelidikan 301 yang menyatakan ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara, “mencuri HaKI”, “memaksakan transfer teknologi” dan “Made in China 2025”. Kementerian Perdagangan Tiongkok menunjukkan bahwa pihak AS “memutarbalikkan kenyataan dan tidak berdasar”.

Mengenai masalah defisit perdagangan, Kementerian Perdagangan Tiongkok menunjukkan, penyebab utama ialah “terlalu rendahnya deposito dalam negeri Amerika dan dolar Amerika memainkan peran sebagai mata uang cadangan utama internasional,” sementara pihak AS bertolak dari mentalitas perang dingin, menerapkan pembatasan terhadap produk iptek tinggi yang relatif unggul. Ketiga penyebab merupakan titik kunci dalam ketidakseimbangan perdagangan.

Tentang apa yang disebut “mencuri HaKI”, Kementerian Perdagangan Tiongkok menunjukkan, kini perlindungan HaKI di Tiongkok sudah mencakup hak cipta, merek, paten, rahasia komersial, tanda geografis, sampel baru tumbuh-tumbuhan, sudah terbentuk jaringan perlindungan hukum HaKI yang berlapis, termasuk undang-undang, peraturan, undang-undang daerah, peraturan administratif dan penjelasan peradilan.

Tentang apa yang disebut masalah “memaksakan transfer teknologi”, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa itu adalah “berita palsu”. Di Tiongkok tidak terdapat peraturan tentang modal asing yang memasuki Tiongkok “dipaksakan transfer teknologi”. Selama 40 tahun yang lalu, Tiongkok tak pernah menandatangani sebuah persetujuan yang memaksakan transfer teknologi, dan juga tak pernah menerima pengaduan pengusaha asing yang dipaksakan transfer teknologi, dalam pemeriksaan juga tak pernah menjadikan “transfer teknologi” sebagai syarat bagi modal asing untuk memasuki Tiongkok.

Tentang celaan pihak AS tentang kebijakan industri Tiongkok, antara lain “Made in China 2025”, orang yang berpandangan jauh sudah mencatat bahwa laporan penyelidikan 301 pihak AS bertujuan untuk memukul dan menekan industri manufaktur teknologi tinggi Tiongkok, dari dasarnya mencegat perkembangan Tiongkok. AS memiliki “program kemitraan manufaktur maju”, Jerman memiliki “industrialisasi 4,0”, jadi mengapa Tiongkok tak boleh memiliki rancangan perkembangan industri manufaktur sendiri?

Ternyata AS mengambil standar ganda untuk mencegat perkembangan industri manufaktur maju Tiongkok. Perbuatan AS yang sewenang-wenang dikarenakan Gedung Putih tak mampu menyelesaikan masalah strukturisasi dalam negeri dan berniat mengalihkan tanggung jawabnya, sementara mencerminkan kegelisahannya terhadap perkembangan Tiongkok.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok