Pengenaan Tarif Tambahan Tingkatkan Ongkos Produksi Perusahaan AS

2018-07-09 10:46:26

Sejak 6 Juli 2018, Amerika Serikat (AS) mulai mengenakan tarif bea masuk tambahan sebesar 25 persen terhadap produk impor Tiongkok dengan nilainya US$ 34 miliar. Tindakan tersebut akan membawa terpaan serius terhadap perusahaan dan para konsumen AS, juga menghadapkan sistem perdagangan dunia pada tantangan berat. Para cendekiawan AS beserta sektor-sektor yang terpengaruh kebijakan itu berturut-turut mengeluarkan peringatan atau keprihatinannya masing-masing.

“Onderdil impor akan meningkatkan tekanan ongkos. Bagi para produsen AS, inilah tekanan yang saya sebut tadi. Ongkosnya akan meningkat, dan belanja ekstranya tidak akan mendapat kompensasi.” Demikian dikatakan Ralph Ives dari Asosiasi Teknologi Medis Canggih (AdvaMed), AS. Ives menyatakan kepada wartawan bahwa pemerintah AS berharap perusahaan AS berdaya saing yang lebih kuat, namun mengenakan bea masuk tambahan terhadap suku cadang yang diimpor, sehingga memberikan tekanan kepada perusahaan AS. Mustahil bagi perusahaan AS untuk bersaing dengan perusahaan luar negeri.

Nyonya Mary E Lovely dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional (PIIE) mengatakan, perusahaan utama yang terpengaruh oleh kebijakan bea masuk tambahan bukanlah perusahaan dari Tiongok.

“Sebaliknya, yang terpengaruh adalah produk perusahaan transnasional dari AS, Eropa dan Jepang yang berkiprah di Tiongkok. Justru produk itulah yang akan diekspor ke AS untuk diolah lebih lanjut dan dijual di pasar AS atau diekspor oleh perusahaan AS ke luar negeri.”

Chad Bown yang juga berasal dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional menekankan, onderdil elektronik yang diekspor Tiongkok, sebagian besar di antaranya dibuat oleh perusahaan transnasional di Tiongkok.

“Misalnya di sektor komputer dan alat elektronik, 87 persen produk yang diekspor ke AS justru berasal dari perusahaan AS, Jepang, Korsel dan Eropa, bukan dari Tiongkok.”

Pada hal, sebagian besar produk yang diimpor AS bukanlah produk jadi (finished goods), melainkan produk antara (intermediate Products), atau dengan kata lain adalah bahan produksi untuk produksi Made in USA. Pengenaan bea masuk tambahan oleh AS akan secara langsung meningkatkan ongkos produksi sehingga merugikan kepentingan perusahaan AS, yang pada akhirnya hanya memiliki dua jalan keluar, yakni terus mengimpor produk dari Tiongkok dengan membayar bea masuk tambahan, atau membeli produk alternatif dengan harga dan kualitas yang lebih tinggi dari sumber lainnya. Tapi bagaimana pun akan mengakibatkan kenaikan harga.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok