“Terorisme Dagang” Tak Bisa Selamatkan AS

2018-06-20 12:42:59

Pemerintah AS pada Senin (18/6) malam mengancam akan membuat daftar tambahan USD 200 miliar untuk barang-barang dari Tiongkok dengan tarif sepuluh persen, setelah AS menyerang Tiongkok dengan tarif USD 50 miliar sebelumnya, AS menyatakan keputusan itu dilakukan karena Tiongkok tidak mengubah praktek tidak adilnya sehubungan dengan akuisisi properti dan teknologi intelektual Amerika.

Kementerian Perdagangan Tiongkok telah mengkritik langkah AS tersebut sebagai “tindakan menekan dan pemerasan”, apabila AS kehilangan akal budi meluncurkan daftar tambahan lagi, Tiongkok tak dapat tidak akan memberikan pembalasan dengan kuantitas dan kualitas yang sama.

Pada globalisasi sekarang ini, pemimpin negara besar manapun saja asal yang mengetahui aturan pasar dan situasi makro dunia tidak akan menutup pintunya dengan Tiongkok, sebagai perekonomian terbesar ke-2nya di dunia, apalagi bagi Presiden AS Donal Trump, seorang wirausaha senior. Maka pernyataan baru AS itu merupakan kecemasan akibat pembalasan keras Tiongkok,ketakutan akibat penurunan efek saham AS,kekhawatiran akibat pemilihan sela, dan kemarahan akibat perang dagang dunia.

Akan tetapi, Keputusan egois AS itu hanya akan mengorbankan kepentingan warga Tiongkok, AS bahkan seluruh dunia, dengan demikian dunia akan jelas bahwa “keseimbangan dagang” hanyalah dalih AS untuk memelihara status hegemonisnya di bidang politik, ekonomi, militer dan iptek, untuk mengejarkan target itu, AS malahan berani melawan seluruh dunia.

Namun tindakan tersebut tidak bisa menyelamatkan AS yang sedang menuju ke resesi. “Terorisme Dagang” tak bisa menyelamatkan AS, malahan akan mendatangkan sabotase besar kepada globalisasi, sistem perdagangan multilateral dan mata rantai industri global. Maka sejak pertama Tiongkok telah menyatakan bahwa akan dengan tegas mempertahankan kepentingan negara dan rakyat, dengan tegas mempertahankan globalisasi ekonomi dan sistem perdagangan multilateral.” Di depan pemerintah Trump yang telah marah gila, Tiongkok tetap akan beraksi secara berkepala dingin. Tiongkok akan melaksanakan taktik komprehensif, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, harus membuat “terorisme dagang” merasa sakit.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok