Langkah Pembalasan Tiongkok Lebih Cepat dan Tangguh

2018-06-16 15:19:24

Pada tanggal 15 Juni kemarin, pemerintah AS tak menghiraukan kesepahaman yang dicapai kedua pihak Tiongkok dan AS, mengumumkan daftar komoditi Tiongkok senilai 50 miliar Amerika yang akan dikenakan tarif tambahan 25 persen sehingga dengan serius melanggar dan merugikan hak dan kepentingan sah negara dan rakyat Tiongkok. Setelah itu, pihak Tiongkok berdasarkan hukum terkait mengumumkan akan mengenakan tariff tambahan 25 persen terhadap 659 jenis komodiri yang diimpor dari AS senilai 50 miliar dolar Amerika.

Sama skala dan sama tingkat. Tiongkok menunaikan komitmennya dan mengemukakan langkah yang lebih cepat dan tangguh, dan memberikan balasan yang tegas terhadap perbuatan pihak AS yang berpandangan pendek dan merugikan orang lain juga merugikan diri sendiri, memanifestasikan ketetapan hati dan keinginan untuk dengan tegas membela kepentingan negara dan kepentingan rakyat dan membela globaliasi ekonomi dan sistem perdagangan multilateral.

Umum mencatat, dibandingkan waktu pihak AS mengumumkan daftar tahap awal pada awal bulan April lalu langkah pihak Tiongkok kali ini lebih cepat dan dalam waktu tidak sampai 6 jam mengumumkan daftar yang setimpal dan intentitasnya lebih besar dengan mencakup 659 jenis produk AS dan sasarannya lebih jelas dengan mengemukakan daftar tarif dan waktu berlakunya.

Dapat dilihat, sikap jelas, pengumuman daftar dan penjelasan pihak resmi Tiongkok memanifestasikan tak saja pendirian pemerintah Tiongkok, lebih-lebih kekuatan kolektif dan keinginan kolektif rakyat Tiongkok sejumlah 1,4 miliar jiwa yang bersatu kompak. Padahal, ini justru merupakan senjata yang paling tangguh bagi Tiongkok memenangkan perang perdagangan terhadap AS kali ini.

Pengalaman sejarah telah berulang-kali membuktikan bahwa dalam perang perdagangan tiada siapa yang menang, tapi pihak AS berubah-ubah sikapnya dan nekat membelakangi komitmen dan kesepakatan demi kepentingannya sendiri, dengan terang-terangan menimbulkan perang perdagangan, itu tak saja kehilangan kepercayaan rakyat kedua negara juga mengecewakan negara-negara yang tengah dan akan mengajukan gugatan ekonomi dan dagang dengan AS.

Sebagai negara yang cinta damai dan menprakarsai kerja sama, Tiongkok tak maju ikut perang perdagangan, tapi tak gentar di hadapan perang. Karena perbuatan pihak AS itu dengan serius merugikan syarat perdagangan normal Tiongkok dan sistem perdagangan multilateral global, Tiongkok akan menghadapi perang itu, dengan tak segan-segan membayar segala harga demi memelihara kepentingan jangka panjang rakyat Tiongkok dan tata tertib perdagangan dunia yang normal.

Tiongkok walau terpaksa ikut perang, tapi Tiongkok berkeyakinan, berkemampuan dan berpengalaman untuk memenangkan perang bela diri dan balasan kali ini.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok