Pihak AS Berubah Terus Sikapnya, Tiongkok Memberikan Balasan Yang Setimpal

2018-06-16 15:17:12

Kantor Wakil Perdagangan AS hari Jumat kemarin (15/6) mengumumkan daftar final penambahan pengenaan tarif 25 persen terhadap produk Tiongkok senilai 50 miliar dolar Amerika dan produk yang dicakup hampir sama dengan daftar tahal awal yang diumumkan pihak AS pada awal bulan April lalu. Akan tetapi, pihak AS tidak mengumumkan segera berlakunya tarif baru.

Setelah itu, Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam pernyataan menunjukkan bahwa pihak AS tak menghiraukan kesepahaman yang tercapai kedua pihak, berubah terus sikapnya dan menimbulkan perang perdagangan, itu tak saja merugikan kepentingan bilateral, juga telah merusak tata tertib perdagangan dunia, pihak Tiongkok akan segera mengemukakan langkah pengenaan bea masuk yang sama skalanya dan sama intensitasnya, dan semua hasil yang dicapai kedua pihak melalui konsultasi akan juga tak berlaku lagi.

Perbuatan pihak AS itu sangat mengejutkan para tokoh berbagai kalangan yang mencurahkan tenaga dalam mengembangkan hubungan ekonomi dan dagang Tiongkok-AS dan hubungan kedua negara secara stabil dan berjangka panjang. Padahal, untuk memelihara semaksimal mungkin kepentingan rakyat Tiongkok dan AS, kedua pihak dalam waktu satu bulan mengadakan konsultasi tiga putaran Beijing-Washington-Beijing untuk terus memperluas titik persamaan kepentingan kedua pihak dan berupaya mendorong penyelesaian masalah secara bertahap. Akan tetapi, pihak AS berkepala keras sehingga segala upaya dan hasil yang diharapkan kedua pihak lenyap sama sekali.

Terus terang, pihak Tiongkok tidak merasa di luar dugaan terhadap hasil tersebut. Karena Tiongkok sebelumnya telah mengalami pengulangan sikap pemerintah Trump dan siasat di belakangnya dan selalu memelihara kewaspadaan.

Bagi pemerintah Trump, tugas yang paling mendesak dewasa ini ialah mempersiapkan pemilihan sewla AS dan ini memastikan segala perbuatannya harus mematuhi pemilihan.

Sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa perang perdagangan adalah tindakan yang membelakangi arus dunia, ketinggalan zaman dan berefisiensi rendah. Pihak Tiongkok tak mau melakukan perang perdagangan, tapi tidak takut menghadapi perang perdagangan. Segala langkah yang diambil Tiongkok adalah rasional dan sah.

Harus disadari, demi kepentingannya sendiri, ujung tombak AS bukan hanya ditujukkan kepada Tiongkok. Menghadapi unilateralisme dan proteksionisme yang menjadi-jadi, seluruh dunia harus membuang ilusi mendapat kekebalan AS dan politik peredaan, bertindak dengan bergandengan tangan demi dengan sungguh-sungguh membela sistem perdagangan multilateral yang menguntungkan berbagai negara secara merata.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok