Pakar Tiongkok di depan Dialog Shangri-La Bentangkan Konsep Tiongkok mengenai Keamanan Permanen di Asia Pasifik

2018-06-04 11:14:28

Di depan Dialog Shangri-La ke-17 yang tengah digelar di Singapura, pakar dan sarjana Tiongkok membentangkan konsep Tiongkok mengenai direalisasinya keamanan permanen di Asia Pasifik dan berupaya memberikan sumbangannya demi direalisasinya perdamaian dan stabilitas yang kekaldi Asia Pasifik.

Ketua Delegasi Tiongkok, Wakil Rektor Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok He Lei hari Sabtu dalam pidatonya menyatakan, selama beberapa tahun ini semakin nyata kecenderungan ekonomi Asia Pasifik berkembang dengan stabil dan relatif cepat, sementara terjadi banyak faktor instabilitas dan ketidak-pastian. Tugas penting di Asia Pasifik dewasa ini ialah mempertimbangkan kembali ide keamanan internasional seusai Perang Dingin, menilai kembali struktur keamanan kawasan dan bertolak dari penyelesaian masalah keamanan secara fundamental.

Ia menunjukkan, Tiongkok memprakarsai pandangan keamanan yang sama, komprehensif, kooperatif dan berkelanjatan, mensponsori hubungan internasional tipe baru yang berintikan kerja sama dan kemenangan bersama, menganjurkan kemitraan dan non-blok dan berupaya menempuh jalan keamanan Asia Pasifik agar berbagai negara membangun bersama, berbagi bersama dan menang bersama.

Ia berpendapat, sumber banyak masalah keamanan di Asia Pasifik adalah pembangunan dan jalan keluarnya juga tak lepas dari pembangunan. Tiongkok dengan sekuat tenaga mendorong pembangunan bersama dan bertolak dari penyelesaian masalah keamanan secara fundamental. Inisiatif satu sabuk satu jalan yang dikemukakan Tiongkok tak saja telah membawa peluang kepada perkembangan ekonomi berbagai negara dan juga telah menyediakan jalan pemikiran dan konsep penyelesaian masalah keamanan berbagai negara.

He Lei menghimbau agar berbagai negara di Asia Pasifik mempertahankan tradisi saling menghormati, mengupayakan persamaan sementara mengesampingkan perselisihan, hidup berdampingan secara damai, melalui perundingan dan konsultasi langsung dengan layak menangani dan menyesaikan secara damai masalah-masalah yang dipersengketakan, dan jangan membiarkan masalah peninggalan senjarah merugikan pembangunan dan kerja sama kawasan dan merusak saling percaya antar negara.

Direktur Pusat Kerja Sama Keamanan Kantor Kerja Sama Militer Internasional Komisi Militer Sentral Zhou Bo mengatakan, Tiongkok menyadari bahwa perdamaian dan pembangunannya sendiri berkaitan erat dengan masalah depan Asia Pasifik, menganjurkan aktif diadakan dialog dan kerja sama keamanan bilateral dan multilateral dan mendorong bersama kerja sama ekonomi kawasan dan kerja sama keamanan. Konsep Tiongkok mengenai struktur keamanan Asia Pasifik merupakan implementasi dan penyempurnaan terhadap mekanisme sekarang dan intinya adalah kerja sama bukan konfrontasi.

Ia mengatakan, hanya setelah hubungan Tiongkok-AS relatif stabil, Kawasan Asia Pasifik barulah relatif stabil. Tiongkok menganjurkan Tiongkok dan AS saling menghormati, bekerja sama dan mengupayakan kemenangan bersama selain bertolak dari hubungan bilateral, sementara juga memperhatikan keamanan Asia Pasifik bahkan seluruh dunia. Kedua, struktur keamanan kawasan manapun harus adalah terbuka dan inklusif, dan pemikiran Perang Dingin dengan pembagian ideology dank amp musuh dan sekutu. Ketiga, dibandingkan bidang keamanan tradisional, kesepahaman berbagai negara kawasannya mengenai penyelesaian keamanan non-tradisional lebih banyak dan telah diadakan lebih banyak praktek, lebih banyak negara ASEAN dan negara-negara luar kawasan diharapkan meningkatkan kerja sama dan menanggapi bersama tantangan keamanan non-tradisional di kawasan.

Direktur Kantor Sekretariat Forum Xiangshan Tiongkok Zhao Xiaozuo mengatakan, mengingat status strategis penting Samudera Indoa, berbagai negara besar menaruh perhatian besar pada Samudera India. Kepentingan bersama negara-negara besar di Samudera India jauh lebih besar daripada perselisihan dan kerja sama merupakan pilihan trategis satu-satunya.

Ia menunjukkan, negara-negara di sekitar Samudera India kebanyakan negara-negara berkembang yang kekurangan sumber daya publik yang memadai. Dalam inisiatif satu sabuk satu juan yang dikemukakan Tiongkok, Samudera India merupakan kawasan penting Jalan Sutera Maritim Abad ke-21. Tiongkok berharap meningkatkan konektivitas dengan negara-negara sepanjang Jalan Sutera laut dan darat tradisional dalam rangka merealisasi saling melengkapi di bidang perdagangan, makmur bersama ekonominya dan hubungan bersahabat antar rakyat.

 Dialog Shangri-La ke-17 atau Pertemuan Pucnak Asia digelar di Hotel Shangri-La Singapura dari tanggal 1 hingga 3 bulan ini dengan dihadiri 600 pejabat pertahanan dan sarnaja dari 40 negara seluruh dunia.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok