Dialog Shangri-La 2018: Debat Sekaligus Koperasi

2018-06-03 16:31:12

Dialog Shangri-La 2018: Debat Sekaligus Koperasi

Menteri Pertahanan AS James Mattis kemarin(2/6) telah menyampaikan pembicaraan di depan Dialog Shangri-La ke-17 yang digelar di Singapura. Terkait sejumlah pendirian yang salah dalam pembicaraannya, Delegasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok telah memberikan balasan tegas, namun delegasi PLA menyatakan pula bahwa terdapat kepentingan bersama yang luas antar kedua negara maupun tentaranya, maka kerja sama adalah tren utamanya.

Pembicaraan Menhan AS Mattis meskipun tiada banyak titik baru, namun tetap menimbulkan pengaruh negatif. Dia mengatakan, AS akan membantu Taiwan untuk membangun kekuatan defensifnya berdasarkan Undang-undang Hubungan dengan Taiwan. Untuk itu Deputi Presiden Akademi Ilmu Militer PLA jenderal He Lei, selaku ketua delegasi Tiongkok, menyatakan bahwa hanya terdapat satu Tiongkok di dunia dan Taiwan adalah bagian wilayah Tiongkok yang tak dapat dipisahkan. Pemerintah Tiongkok beserta rakyatnya menentang segala penjualan senjata kepada Taiwan atau melakukan kontak pemerintah dalam bentuk apa saja dengan daerah Taiwan.

He Lei mengatakan, PLA memiliki ketetapan hati, keyakinan dan kemampuan untuk melindungi hak kedaulatan, keamanan, penyatuan dan kepentingan pembangunan tanah air.

Tanpa peduli pada dialog antara Tiongkok dengan anggota ASEAN dan tren stabilitas di Laut Tionkok Selatan,  dalam pembicaraannya, Menhan AS juga meluncurkan topik apa yang disebut sebagai militerisasi Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Untuk itu, Periset Institut Pertempuran Akademi Ilmu Militer PLA Zhao Xiaozhuo mengatakan, pengerahan militer seperlunya oleh Tiongkok disebutkan AS sebagai militerisasi, sedangkan AS mengirim kapal perangnya untuk melagakkan kekuatan militer di laut teritorial Tiongkok disebutnya sebagai aksi melindungi perdamaian. Hal ini sama sekali tidak masuk akal.

Mattis juga menyatakan bahwa pandangan keamanan dan aksinya juga mewakili kepentingan negara sekutunya, untuk itu Zhao Xiaozhuo agak keberatan dan menyatakan bahwa aksi kebebasan pelayaran yang dilancarkan AS tidak mendapat keikut-sertaan dari negara sekutunya, makanya keinginan dan perhatian AS dengan negara-negara sekutunya belum tentu sama sekali.

Ketua Delegasi PLA Tiongkok He Lei menyatakan, sebagai negara berkembang yang terbesar dan negara maju yang terbesar di dunia, Tiongkok dan AS adalah kedua perekonomian terbesar di dunia sekaligus anggota tetap Dewan Keamanan, maka memiliki kewajiban penting kepada perdamaian dan kestabilan regional maupun dunia. Pemerintah Tiongkok beserta rakyatnya sangat mementingkan dan menghargai hubungan dengan AS, karena terdapat kepentingan bersama yang luas antar kedua negara.

Hal itu juga disampaikan dalam pembicaraan Mattis, dalam pembciaraannya dia beberapa kali mengemukakan kerja sama militer dengan Tiongkok dan akan berkunjung ke Tiongkok pada akhir bulan ini. Ketua Delegasi PLA Tiongkok He Lei juga menyatakan sambutan baik atas kunjungan tersebut.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok