Dunia Himbau Penyelesaian Damai Masalah Suriah

2018-04-15 10:20:15 CRI

Pada kemarin (14/4) subuh waktu setempat, berbagai sasaran pemerintah dan militer di dalam wilayah Suriah telah mengalami serangan gabungan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, kini belum dipastikan jumlah korban jiwa dan kerugian sarana. Masyarakat internasional menaruh perhatian atas penyerangan tersebut, sebagian negara mendukung serangan militer ketiga negara itu terhadap Suriah, sedangkan PBB dan mayoritas negara mendesak pihak-pihak terkait untuk menahan diri dan mengusahakan penyelesaian masalah Suriah melalui jalur politik.

Presiden AS Donald Trump Jumat malam memerintahkan tentara AS untuk melakukan serangan jitu terhadap sarana pemerintah dan militer Suriah dengan bergabung dengan kekuatan militer Inggris dan Prancis, dan dengan ini sebagai tanggapan terhadap pemerintah Suriah yang menggunakan "senjata kimia" dalam konflik Suriah. Donald Trump menegaskan, pihak AS siap melancarkan serangan berkelanjutan, terus sampai pemerintah Suriah berhenti menggunakan senjata kimia.

Perdana Menteri Inggris Theresa May dalam pernyataannya kemarin menegaskan, aksi militer tersebut bermaksud mencegah korban warga yang tak berdosa akibat penggunaan senjata kimia, sementara memelihara patokan internasional di bidang penggunaan senjata kimia, perbuatannya sesuai dengan kepentingan Inggris.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam komunike pers kemarin menegaskan, aksi militer tersebut bertujuan untuk memukul kemampuan pemerintah Suriah dalam memproduksi dan menggunakan senjata kimia, Prancis beserta mitranya mulai kemarin berupaya mendorong pembentukan mekanisme internasional dalam kerangka PBB, guna mencegah "kejahatan" pemerintah Suriah untuk sekali lagi menggunakan senjata kimia dalam konflik Suriah.

Kementerian Luar Negeri Suriah dalam pernyataannya kemarin mengatakan, pemerintah Suriah mengecam keras serangan rudal yang dilancarkan oleh AS, Inggris dan Prancis terhadap Suriah, serangan tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa perbuatan AS, Inggris dan Prancis yang mengabaikan hukum internasional akan mempertegang situasi dunia, mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Pemerintah Suriah mendesak pula komunitas internasional untuk mengecam serangan AS, Inggris dan Prancis tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya Jumat malam menegaskan akan cermat memperhatikan aksi militer AS, Inggris dan Prancis, dia mendesak para anggota Dewan Keamanan untuk bersatu padu, menerpakan kewajibannya untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, bertindak sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional, menghindari tindakan apapun yang mungkin mengakibatkan eskalasi situasi Suriah dan penderitaan yang lebih banyak bagi rakyat Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pernyataannya kemarin menunjukkan, pukulan bersenjata yang dilakukan oleh AS dan sekutunya terhadap sarana militer dan sipil Suriah tidak mendapat izin Dewan Keamanan PBB, dianggapnya sebagai agresi yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional, sehingga menghebatkan krisis kemanusiaan setempat. Pihak Rusia mengecam keras perbuatan tersebut dan menuntut para anggota Dewan Keamanan untuk mengadakan sidang darurat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemarin mengatakan, aksi militer unilateral apapun yang mengesampingkan Dewan Keamanan PBB adalah perbuatan yang melanggar asas tujuan dan prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, sementara menambah unsur rumit yang baru bagi penyelesaian masalah Suriah. Pihak Tiongkok mendesak pihak-pihak terkait untuk kembali ke kerangka hukum internasional, menyelesaikan masalah dengan melalui dialog dan konsultasi.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya kemarin mengecam keras pukulan militer yang diterapkan oleh AS, Inggris dan Prancis terhadap Suriah dan menganggapnya telah melanggar hukum internasional serta mengagresi kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah.

Kementerian Luar Negeri Irak dalam pernyataannya kemarin menyebut bahwa aksi militer gabungan AS, Inggris dan Prancis terhadap Suriah akan membawa akibat serius bagi kawasannya, mengancam keamanan dan kestabilan regional, sekaligus memberi kesempatan bagi kelangsungan hidup terorisme. Irak menyerukan konferensi tingkat tinggi Liga Arab yang akan diadakan di Arab Saudi untuk meluncurkan pendirian tegas atas situasi bahaya tersebut.

Ketua Dewan Uni Eropa Jean-Claude Juncker kemarin mendesak berbagai pihak untuk menghormati gencatan senjata kekal, menyelesaikan politik masalah Suriah melalui proses Jenewa, untuk selanjutnya meratakan jalan bagi perdamaian kekal.

Sementara itu, Arab Saudi, Turki, Jerman, Belanda serta NATO menyatakan dukungan atau "pengertian" atas aksi militer AS, Inggris dan Prancis terhadap Suriah.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok