Mengapa Trump Bersikeras Menimbulkan Sengketa Dagang?

2018-03-26 13:05:05

Presiden AS Donald Trump pada tanggal 22 Maret lalu telah menandatangani memorandum presiden yang mengumumkan akan mengenakan tarif impor hingga 60 miliar dolar AS atas produk-produk impor dari Tiongkok. Beberapa hari sebelumnya, pemerintah AS juga mengenakan bea masuk sebesar 25 persen dan 10 persen terhadap baja gilingan dan produk aluminium dari Tiongkok sehingga menimbulkan kehebohan di pasar. Terhadap proteksionisme perdagangan pemerintah Trump itu, banyak negara termasuk sekutunya menyatakan ketidakpuasan, bahkan media AS sendiri dan asosiasi dagangnya juga mengungkapkan ketidakpuasan. Asosiasi Pakaian dan Sepatu AS beserta 16 organisasi dan perusahaan lainnya telah bersama-sama melayangkan surat kepada Gedung Putih, yang mengimbau agar AS tidak mengenakan bea masuk atas produk impor dari Tiongkok.

Alasan utama ditandatanganinya memorandum tersebut oleh Trump ialah, ia berpendapat bahwa neraca perdagangan AS terhadap Tiongkok kini sudah hilang kendali dan mengakibatkan defisit yang sangat besar bagi AS.

Akan tetapi, investigasi perdagangan yang dicetuskan Trump terhadap Tiongkok sebenarnya salah alamat. Pertama, Tiongkok dan AS merupakan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, membaik atau memburuknya hubungan kedua negara berhubungan dengan pembangunan ekonomi global. Populasi Tiongkok dan AS mencapai 23 persen dari jumlah populasi di seluruh dunia, dengan nilai ekonomi sebesar 40 persen dari nilai total ekonomi global. Selain itu, nilai ekspor Tiongkok dan AS mencapai seperlima dari nilai ekspor di seluruh dunia. Sedangkan dalam hal investasi di luar negeri dan penyerapan modal asing, kedua negara memakan proporsi sebesar 30 persen dari nilai total di seluruh dunia. Kini, Tiongkok merupakan bagian yang sangat penting dalam rantai nilai global, dan memiliki peranan indikatif bagi komoditas, produk industri dan industri logistik di seluruh dunia. Kalau hubungan kedua negara mengalami perubahan, itu akan mendatangkan dampak negatif yang besar kepada ekonomi dunia. Di tengah situasi ekonomi global yang masih melesu sekarang ini, berbagai negara di dunia tidak ingin menyaksikan penandatanganan memorandum tersebut, namun langkah keras kepala dari Trump berseberangan dengan keinginan berbagai negara di dunia.

Selain itu, hal ini juga akan memberikan pukulan telak terhadap perusahaan dan kehidupan rakyat AS. Rakyat AS sudah terbiasa dengan produk Tiongkok yang murah dan terjamin kualitasnya, kini kehidupan mereka sangat sulit dipisahkan dari produk Tiongkok. Kalau produk Tiongkok dikenakan bea masuk, harganya dipastikan akan melambung.

Salah satu tujuan lain Trump ialah ia berharap langkah itu dapat memberikan pukulan telak bagi ekonomi Tiongkok, demi mempertahankan hegemoni AS di dunia dalam jangka panjang. Padahal, Tiongkok sama sekali tidak akan merebut hegomoni dengan AS, melainkan akan mengupayakan kerja sama win-win berdasarkan prinsip diskusi bersama, membangun bersama dan berbagi manfaat bersama. Meski AS telah menabuh genderang perang dagang, namun Tiongkok tidak akan berpangku tangan. Yang harus dicatat ialah, hampir 26% permintaan pesawat Boeing berasal dari Tiongkok, ekspor kedelai AS ke Tiongkok mencapai 56% dari total ekspor kedelai AS, 16% produk otomotif dan 15% produk sirkuit terpadu AS juga diekspor ke Tiongkok. Semua itu bisa saja menjadi sasaran dari balasan yang dilancarkan Tiongkok.

Yang lebih penting ialah, sejak Kongres Nasional PKT ke-18, pemerintah Tiongkok secara besar-besaran mengadakan reformasi sisi penawaran, mempercepat pembersihan terhadap kelebihan kapasitas produksi dan mempercepat eskalasi teknologi perusahaan.

Sikap kepala keras Tump juga membuat dunia mengenal otak bisnisnya yang hanya berfokus pada kepentingan politik jangka pendek, dan juga telah menunjukkan sifat egois AS.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok