Laporan NPR Baru AS Picu Kontroversi

2018-02-05 11:17:13

XINHUA: Departemen Pertahanan AS merilis laporan Nuclear Posture Report (NPR) edisi baru pada hari Jumat pekan lalu (2/2). Laporan tersebut mendesak pemerintah memperbarui senjata nuklir dan mengembangkan senjata nuklir tipe baru. Ini adalah pertama kalinya Pentagon mengumumkan strategi senjata nuklir setelah dirilisnya laporan serupa pada 2010. Isi laporan NPR kali ini sangat berbeda dengan laporan terdahulu, yang mana telah melanggar komitmen pemerintah AS di masa lalu, untuk mengurangi simpanan senjata nuklir, mengurangi peranan senjata nuklir dalam strategi keamanan nasional serta tidak lagi mengembangkan senjata nuklir baru dan menghentikan uji coba senjata nuklir.

Para analis berpendapat, penyesuaian strategi nuklir tersebut adalah langkah yang tidak bertanggung jawab. Jika strategi baru itu benar-benar dilaksanakan, maka hal ini dipastikan akan memperbesar kemungkinan terjadinya konflik senjata nuklir. Sebagai salah satu negara dengan kepemilikan senjata nuklir terbesar di dunia, AS mengemban tanggung jawab khusus dan utama dalam perlucutan senjata nuklir, sehingga sudah sepantasnya menciptakan kondisi yang mendukung bagi realisasi perlucutan senjata nuklir secara tuntas dan menyeluruh.

Laporan NPR mengusulkan perlunya memodifikasi sebagian peluru kendali balistik yang diluncurkan kapal selam di bawah air agar rudal serupa bisa dilengkapi bom nuklir berdaya rendah (low-yield), dan ke depannya AS akan mengembangkan rudal penjelajah dengan hulu ledak nuklir yang diluncurkan kapal. NPR meminta pemerintah AS setiap tahun menambah alokasi dana untuk pengembangan senjata nuklir tipe baru. NPR menyebutkan bahwa AS “membutuhkan tambahan alokasi belanja militer sebanyak 3 hingga 4 persen setiap tahun dalam kurun waktu 10 tahun mendatang untuk memperbarui sistem yang sudah usang”.

Michael Claire dari asosiasi pengendalian persenjataan AS berpendapat bahwa perbedaan terbesar antara NPR lama dan NPR baru adalah definisi terhadap senjata nuklir. “Pada masa pemerintahan Barack Obama, senjata nuklir didefinisikan sebagai langkah terakhir. Namun dalam laporan yang baru kali ini, senjata nuklir akan memainkan peranan yang semakin penting.”

Dirilisnya laporan NPR yang baru tersebut telah meningkatkan kekhawatiran masyarakat AS.

Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS Thomas Countryman menunjukkan, negara-negara lainnya akan mencatat sinyal yang dikeluarkan AS dan memberikan tanggapannya. Yang menyesalkan ialah AS menunjukkan sikap yang sangat memandang penting fungsi senjata nuklir, dan ini akan meningkatkan daya tarik senjata nuklir bagi negara-negara yang hanya memiliki sejumlah kecil senjata nuklir atau negara-negara yang belum memiliki senjata nuklir.

Sebanyak 16 senator AS dalam suratnya pada 29 Januari lalu mengkritik sikap pemerintah Donald Trump tentang senjata nuklir. Mereka mengkritik pemerintah AS telah mengabaikan kewajiban tentang perlucutan senjata nuklir secara menyeluruh yang tercantum dalam Perjanjian Non Proliferasi Senjata Nuklir sehingga telah meningkatkan kemungkinan terjadinya perlombaan persenjataan nuklir, bahkan konflik senjata nuklir.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok