Langkah Integrasi Uni Eropa Terseok-seok

2018-01-25 11:13:43

PEOPLE'S DAILY: Sejak memasuki tahun 2018, Bulgaria telah menggantikan Estonia untuk menjabat sebagai ketua bergilir Uni Eropa (UE). Presiden Bulgaria Rumen Georgiev Radev baru-baru ini mengimbau negara-negara anggota Uni Eropa agar terus mengintensifkan proses integrasi Uni Eropa demi membangun Eropa yang “bersatu dan lebih kuat”.

Saat ini proses integrasi Eropa menghadapi tantangan yang tiada taranya sepanjang sejarah. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit merupakan pukulan terberat bagi proses integrasi UE hingga saat ini. Meskipun perundingan antara Inggris dan UE soal Brexit berjalan alot, dan terus terdengar suara dari Inggris yang “kesal” atas keputusan Brexit, namun pemerintah Inggris belum juga menghentikan langkahnya untuk keluar dari UE.

Tahun 2017 merupakan tahun pemilu bagi Eropa. Beberapa negara seperti Belanda, Prancis, Austria dan Jerman berturut-turut menggelar pemilu, di mana kekuatan sayap ekstrem kanan kian kuat. Kekuatan sosial utama Eropa akhirnya berhasil menangkis terpaan kekuatan ekstrem kanan yang mendukung populisme, akan tetapi, di hadapan terpaan tersebut, kubunya terpaksa mundur dan proses integrasi UE tampak terseok-seok.

Saat ini, Eropa masih dihantui masalah pengungsi. Italia dan Yunani, adalah dua negara yang langsung dihadapkan pada gelombang pengungsi, kedua negara tersebut menghadapi situasi yang serius khususnya pada paruh pertama tahun 2017. Pada Januari hingga Juni 2017, jumlah pengungsi yang diterima Italia meningkat 20 persen. Hal ini sangat kontras dengan Swiss dan Austria malah menolak kedatangan pengungsi dan telah memperketat pengendalian di perbatasan. Ini secara langsung menambah kesulitan bagi negara-negara di bagian selatan Eropa yang langsung dihadapkan pada terpaan pengungsi, sehingga timbul perselisihan antara negara-negara di bagian selatan dengan negara-negara lainnya.

Yang patut diperhatikan ialah, ancaman terorisme telah menimbulkan tantangan serius terhadap proses integrasi UE. Dari Belgia sampai ke Inggris, dari Swedia ke Prancis, seluruh Eropa tengah diselubungi bayangan kelam terorisme. Serangan teror menunjukkan beberapa ciri khas, yaitu serangan dilancarkan secara “terfragmentasi” dan “lone wolf”. Terorisme dan krisis pengungsi berkecamuk dan saling berbaur sehingga telah menimbulkan ketidak puasan masyarakat Eropa. Sentimen ketidakpuasan ini bertumpuk menjadi arus anti UE dan telah menghambat proses integrasi UE.

Tahun 2018 adalah satu tahun penting bagi UE dalam proses integrasi. Di bidang politik, kekuatan ekstrem kanan, termasuk populisme akan kembali memamerkan kekuatannya di panggung politik saat diadakannya pemilu di beberapa negara Eropa pada 2018. Di bidang ekonomi, reformasi ekonomi dan moneter di Zona Euro telah mengundang perhatian luas. Kemajuan nyata apa yang akan dicapai dalam reformasi tersebut diyakini akan menimbulkan pengaruh langsung terhadap proses integrasi UE.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok