Pemerintahan AS Berjalan Sekehendak Hati

2017-12-28 10:33:22 CRI

Segera akan genap satu tahun sejak Donald Trump memangku jabatan presiden AS, di dalam negeri AS timbul dua pandangan yang berbeda sama sekali mengenai pemerintahan Trump. Periset Kantor Berita Xinhua untuk masalah dunia, Wang Fa'en menggambarkan pemerintahan Trump sebagai bertindak sekehendak hati.

Wang Fa'en mengatakan, Trump adalah seorang politikus atipikal, pernyataan atau perbuatannya tidak sesuai dengan peraturan umum.

Ekspresi Trump yang "tidak normal" itu mungkin berasal dari wataknya sebagai pengusaha. Dia selalu menegaskan akan "menjadikan hasilnya sebagai bimbingan", khususnya di bidang diplomasi, Trump berharap dapat menyaksikan "hasil" yang nyata dan segera membawa manfaatnya. Kalau "hasil" tidak memuaskan, maka dia langsung mengambil reaksi terhadap hubungan bilateral. "Hasil" yang diharapkannya ialah semaksimal merealisasi kepentingan AS, atau prinsip "prioritas AS" yang berulang kali ditegaskannya sebelum menjadi presiden.

Tidak sampai satu tahun sejak Trump memangku jabatan presiden, AS berturut-turut mengundurkan diri dari Kemitraan Ekonomi dan Strategis Trans Pasifik (TPP), Persetujuan Paris yang menanggapi perubahan iklim global, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) serta proses penyusunan Perjanjian Global Mengenai Masalah Imigrasi yang didominasi oleh AS. Sementara itu, persetujuan nuklir Iran mengalami kemacetan, persetujuan zone perdagangan bebas Amerika Utara serta sejumlah persetujuan ekonomi dan perdagangan bilateral menghadapi jalan buntu. Pada awal bulan Desember, Trump mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan siap memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pada tanggal 21 Desember, Majelis Umum PBB menerima resolusi yang mengecam kebijakan AS tentang Yerusalem. Sebelum pemungutan suara, Presiden Trump dan wakil AS untuk PBB memperingatkan para anggota bahwa "mereka akan kehilangan bantuan kalau menentang AS", hal itu dianggap sangat langka bagi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Wang Fa'en menunjukkan, ditinjau dari rel perbuatan Trump, ada satu titik yang jelas dan pasti, yaitu semua kebijakan diabdikan kepada kepentingan negara yang disebut sebagai "prioritas AS". Dari hal tersebut, mungkin dapat memastikan arah perkembangan kebijakan luar negeri pemerintahan Trump, dan petunjuk kunci untuk mengenal unsur "kepastian" dari berbagai unsur "ketidakpastian".

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok