Wang Yi Paparkan Diplomasi Tiongkok Sepanjang 2017

2017-12-26 11:16:13

Menjelang pergantian tahun baru, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi sempat menerima wawancara wartawan People's Daily, di mana ia telah secara mendalam menguraikan hasil-hasil yang dicapai diplomasi Tiongkok sepanjang tahun 2017.

Wang Yi mengatakan, pada 2017, situasi internasional terus mengalami perubahan dan penyesuaian kembali yang mendalam. Tahun 2017 merupakan tahun yang membuka era baru bagi perkembangan Tiongkok. Sidang Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menghasilkan Pemikiran Xi Jinping tentang sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok pada zaman baru, yang juga menandakan dimulainya periode baru pembangunan modernisasi sosialis secara menyeluruh.

Wang Yi menambahkan, sepanjang 2017, Tiongkok secara aktif mengusahakan pembinaan kemitraan yang berdialog dan tidak berkonfrontasi, bermitra tapi tidak bersekutu dengan berbagai negara demi terwujudnya perdamaian kekal dan keadilan sosial.

Pertama, Tiongkok telah mencapai kemajuan baru dalam koordinasi dan kerja samanya dengan negara-negara utama. Pemimpin Tiongkok dan AS mengadakan tiga kali pertemuan dalam satu tahun, sementara itu berkali-kali mengadakan hubungan telepon atau surat menyurat, sehingga telah menetapkan arah bagi perkembangan hubungan Tiongkok-AS pada zaman baru. Kolaborasi strategis dan komprehensif Tiongkok-Rusia sepanjang 2017 terus berkembang ke level yang lebih tinggi dan mencakup bidang yang lebih luas. Hubungan Tiongkok-Eropa berkembang secara stabil, di mana kerja sama saling menguntungkan antara kedua pihak telah ditingkatkan lebih lanjut.

Kedua, kerukunan antara Tiongkok dengan negara-negara tetangga semakin meningkat. Vietnam dan Laos menjadi dua negara yang dikunjungi Xi Jinping pasca Kongres Nasional ke-19 PKT. Hal ini telah mengeluarkan sinyal tegas bahwa Tiongkok ingin membina komunitas senasib sepenanggungan dengan negara-negara di sekitarnya. Kehadiran Perdana Menteri Li Keqiang dalam rangkaian pertemuan kerja sama Asia Timur telah mendorong hubungan Tiongkok-ASEAN berkembang dari masa awal pertumbuhan ke masa matang. Tiongkok dan Korsel telah mencapai kesepakatan bertahap mengenai masalah sistem antirudal THAAD. Hubungan Tiongkok-Jepang telah menunjukkan momen membaik dan berkembang. Tiongkok berpegang teguh pada target denuklirisasi Semenanjung Korea, menggagasi “dua penghentian” demi pemulihan perundingan damai dan terwujudnya ketenteraman Semenanjung Korea dalam jangka panjang. Itu berarti Tiongkok telah melaksanakan kewajibannya. Sementara itu, Tiongkok aktif melakukan penengahan atas isu-isu panas seperti masalah Afghanistan dan masalah Rakhine Myanmar. Tiongkok juga telah mencapai dokumen kerangka mengenai kode etik perilaku Laut Tiongkok Selatan dengan negara-negara ASEAN, kedua pihak telah memulai perundingan mengenai detail pelaksanaannya, sehingga telah memainkan peranan konstruktif bagi terpeliharanya perdamaian dan kestabilan kawasan.

Ketiga, kerja sama Tiongkok dengan negara-negara berkembang telah mencapai terobosan yang baru. Tiongkok dan negara-negara Afrika berupaya melaksanakan hasil-hasil yang tercapai dalam KTT Johannesburg Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika.

Keempat, kedaulatan dan kepentingan sah Tiongkok terlindungi secara kuat. Melalui pendekatan diplomatik, Tiongkok menyelesaikan peristiwa pelanggaran perbatasan oleh pasukan India di Dong Lang, Tibet. Hal itu selain telah melindungi kedaulatan Tiongkok, juga telah mempertahankan arah tepat dalam hubungan Tiongkok-India.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok